Jaya Sukses Makmur (RISE) Kantongi Restu Rights Issue, Siap Raup Rp 133 Miliar untuk Ekspansi
JAKARTA, investortrust.id – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) meriah persetujuan untuk menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue. Emiten properti dengan portofolio residensial, kawasan industri, dan proyek mixed-use Tanrise City ini menargetkan perolehan dana sekitar Rp 133 miliar.
Direktur Utama RISE Budi Agusti menegaskan bahwa aksi korporasi ini bukan hanya sekadar penggalangan dana, tetapi langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis. “Rights issue ini bukan hanya tentang pendanaan, tetapi langkah strategis untuk memantapkan fondasi pertumbuhan RISE ke fase yang lebih agresif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Pengembang Ungkap Dampak Rencana Pemutihan SLIK OJK di Ekosistem Properti
Dalam aksi tersebut, perseroan berencana menerbitkan maksimum 1.330.000.000 saham baru bernilai nominal Rp 100 per saham. Saham berasal dari portepel dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perseroan mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan harga penutupan saham RISE di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin berada di level Rp 12.075 per 27 November 2025.
Terkait pernggunaan dana, manajemen mengungkap untuk ekspansi dan pengembangan proyek strategis, meliputi Tanrise City Bandung dan Sidoarjo, Kawasan Industri Banjarbaru, dan Resor Taman Dayu.
Dana juga digunakan untuk penguatan modal kerja, perbaikan struktur permodalan, dan peningkatan pendapatan berulang (recurring income) terutama dari lini hospitality serta pengelolaan aset berkelanjutan.
Baca Juga
RISE Siapkan Pembagian Saham Bonus, Perkuat Struktur Permodalan untuk Ekspansi
Dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 132,16 triliun per 27 November 2025, RISE meyakini PMHMETD I akan memberikan dampak positif bagi struktur modal, arus kas masa depan, hingga kapasitas pengembangan proyek.
Meski terdapat potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, manajemen menegaskan bahwa aksi ini dirancang untuk memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham. “Dengan struktur modal yang lebih sehat, kami dapat memperluas portofolio aset yang menghasilkan recurring income dan memperkuat kinerja operasional secara berkelanjutan,” tambah Budi.

