Sinergi Inti Andalan (INET) Kantongi Restu ‘Rights Issue’ dari OJK, Cek Jadwal Pelaksanaannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengantongi restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) I atau rights issue, disertai penerbitan Waran Seri II.
Dalam prospektus ringkas terbaru yang dipublikasikan perseroan melalui laman BEI, aksi korporasi tersebut melibatkan penerbitan dalam skala besar. Emiten yang juga dikenal sebagai Sinergy Networks ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru biasa atas nama, dengan nominal Rp 10 per saham.
Dengan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp 250 per saham, perseroan menargetkan perolehan dana sebanyak-banyaknya Rp 3,2 triliun dari rights issue dimaksud.
Bersamaan dengan rights issue, perusahaan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 3,2 miliar Waran Seri II. Sebanyak 2.304.000.000 Waran Seri II akan menyertai saham baru dalam PM-HMETD I.
Waran itu diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang melaksanakan haknya. Jika dilaksanakan seluruhnya, Waran Seri II berpotensi menambah dana hingga Rp 691,2 miliar.
Untuk menjamin kesuksesan aksi korporasi tersebut, pemegang saham pengendali yakni PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) menyatakan kesanggupannya untuk bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).
Baca Juga
Sinergi Inti (INET) Bangkit Pasca-Unsuspensi: Target Harga Direvisi Naik ke Level Ini
AKUN mengaku siap mengambil sisa saham porsi publik yang tidak diambil bagian, sebanyak-banyaknya 5.652.377.067 saham.
Perlu diketahui, pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi persentase kepemilikan maksimal 57,14%.
Investor pun wajib mencermati jadwal penting rights issue INET berikut ini:
- CUM Right HMETD pada Pasar Reguler & Negosiasi Jumat (2/1/2026)
- EX Right HMETD pada Pasar Reguler & Negosiasi Senin (5/1/2026)
- CUM HMETD Pada Pasar Tunai Selasa (6/1/2026)
- Rec. Date HMETD Selasa (6/1/2026)
- Ex HMETD pada pasar Tunai Rabu (7/1/2026)
- Distribusi HMETD Rabu (7/1/2026)
- Pencatatan HMETD di Bursa Kamis (8/1/2026)
- Awal Perdagangan HMETD Kamis (8/1/2026)
- Akhir Perdagangan HMETD Kamis (22/1/2026)
- Awal Pelaksanaan HMETD Kamis (8/1/2026)
- Akhir Pelaksanaan HMETD Kamis (22/1/2026)
- Awal Penyerahan HMETD Senin (12/1/2026)
- Akhir Penyerahan HMETD Senin (26/1/2026)
- Tanggal Akhir Pembayaran Saham Tambahan Jumat (23/1/2026)
- Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan Senin (26/1/2026)
- Refund atas Pemesanan Saham Tambahan Rabu (28/1/2026)
- Penyampaian Audit Penjatahan Senin (16/1/2026)
Manajemen menjelaskan, seluruh dana segar dari PM-HMETD I akan dialokasikan untuk membiayai rencana ekspansi perseroan di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital.
Rencananya, Rp 2,8 triliun dari dana HMETD akan disalurkan melalui entitas anak, PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk pengembangan jaringan Fiber To The Home (FTTH) berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. Targetnya adalah melayani 2 juta pelanggan di wilayah strategis Pulau Bali dan Lombok.
Kemudian sekitar Rp 215,38 miliar akan disuntikkan kepada entitas anak, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) untuk melunasi biaya Indefeasible Right of Use (IRU) jaringan kabel bawah laut (submarine cable) kepada PT JMP. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan dan entitas anak.

