‘Rebound’, Bitcoin Bertahan di Atas Level US$ 90.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus di atas level US$ 90.000 pada sejak Rabu (26/11/2025) malam, mengakhiri periode perdagangan yang berada di bawah level tersebut selama hampir sepekan.
Sementara pada Kamis (27/11/2025) malam, harga Bitcoin masih bertahan di atas US$ 90.000 sehingga mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$ 1,82 triliun.
Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha menjelaskan, rebound terjadi di tengah sesi pra-Thanksgiving yang biasanya sepi dan lemah. Secara historis, Rabu sebelum liburan seringkali negatif untuk BTC.
“Selain itu, peningkatan aktivitas pinjaman bank di AS pada November mengindikasikan kondisi kredit yang meluas, yang secara historis sejalan dengan kinerja aset berisiko yang lebih kuat,” ujar Panji dalam risetnya, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Peringatan Analis: Kenaikan Bitcoin Bisa Jadi "Dead Cat Bounce"
Setelah merosot ke level terendah sekitar US$ 80.000 pada Jumat lalu, Bitcoin Kamis pagi telah rebound sekitar 12%. Meski demikian, gambaran yang lebih luas dinilai masih beragam. Di antaranya, BTC masih turun 3% sepekan terakhir, 21% dalam sebulan terakhir, dan 28% dari rekor tertingginya pada US$ 126.000.
Di sisi lain, pada 25 November 2025, ETF aset kripto utama, seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP secara kolektif menunjukkan sentimen risk-on yang kuat. Seluruhnya kompak mencatat net inflow harian positif.
Bitcoin ETF memimpin dengan arus masuk sebesar US$ 128,64 juta, diikuti XRP ETF dengan US$ 35,41 juta, Ethereum ETF dengan US$ 78,58 juta, dan Solana ETF dengan US$ 53,08 juta.
“Keputusan The Fed: Federal Reserve telah mengumumkan akan mengakhiri program Quantitative Tightening (QT) pada 1 Desember 2025. Keputusan ini bertujuan memastikan likuiditas yang memadai dalam sistem keuangan dan mempertahankan kontrol atas suku bunga dana federal,” sambung Panji.
Baca Juga
Saham Strategy (MSTR) Anjlok, Saylor “Tak Akan Mundur” dari Taruhan Bitcoin
Di sisi regulasi, Senat AS tengah mempersiapkan peninjauan penting terhadap RUU struktur pasar kripto, dengan target yang ditetapkan pada 8 Desember. RUU ini diharap membahas beberapa area kritis, termasuk aturan trading, perlindungan konsumen, dan peran pengawas pasar.
“Peninjauan ini menandai upaya baru untuk mencapai konsensus bipartisan pada kerangka kerja regulasi aset kripto, yang telah tertunda selama berbulan-bulan,” imbuh Panji.
Sedangkan hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 90.000 - US$ 93.800 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.900 - US$ 3.200.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

