Saham Strategy (MSTR) Anjlok, Saylor “Tak Akan Mundur” dari Taruhan Bitcoin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saham Strategy Inc. (MSTR), perusahaan yang dikenal sebagai pemilik Bitcoin korporasi terbesar di dunia, mengalami tekanan berat belakangan ini. Meski begitu, Chairman Michael Saylor kembali menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen penuh pada strategi akumulasi Bitcoin jangka panjang.
Data Google Finance menunjukkan, saham MSTR telah turun hampir 60% dalam setahun terakhir dan merosot lebih dari 40% sejak awal tahun. Pada Oktober, saham perusahaan sempat diperdagangkan di kisaran US$ 300, sebelum jatuh ke sekitar US$ 170.
Dari sisi jangka panjang, kinerja ekuitas Strategy tetap mengungguli raksasa teknologi. Dalam lima tahun terakhir, saham MSTR tercatat melonjak lebih dari 500%. Sebagai perbandingan, Apple hanya naik 130% dan Microsoft 120%. Dalam rentang dua tahun terakhir, MSTR masih tumbuh 226%, jauh di atas Apple yang naik 43% dan Microsoft 25%.
Baca Juga
Michael Saylor: Volatilitas Bitcoin adalah "Hadiah Satoshi" bagi Investor Setia
Analis menilai penurunan terbaru kemungkinan lebih disebabkan mekanisme lindung nilai (hedging) investor besar terhadap eksposur kripto ketimbang melemahnya fundamental Bitcoin. Chairman BitMine Tom Lee mengatakan, MSTR telah menjadi instrumen paling mudah untuk melakukan hedging terhadap Bitcoin.
“Seseorang bisa menggunakan opsi MicroStrategy yang sangat likuid untuk melakukan lindung nilai. Cara paling praktis untuk melindungi posisi long adalah dengan short MicroStrategy atau membeli put option,” ujarnya, dilansir dari CoinTelegraph, Selasa (25/11/2025).
Baca Juga
Bitcoin Mulai Pulih, Analis Nilai Sinyal 'Bottom' Mulai Terbentuk
Kondisi ini membuat MSTR menjadi semacam katup tekanan pasar kripto, menyerap volatilitas dan aksi lindung nilai yang tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan maupun Bitcoin itu sendiri.
Namun, risiko tetap ada. Analis pasar senior di Capital.com Kyle Rodda memperingatkan, skenario ekstrem seperti penurunan drastis harga Bitcoin bisa memaksa Strategy melikuidasi sebagian kepemilikannya. Hal itu berpotensi memberi tekanan tambahan pada harga saham MSTR maupun BTC.
“Kemungkinan itu masih jauh, tetapi risikonya menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, membeli saham MSTR bisa lebih berisiko dibanding memiliki Bitcoin secara langsung,” katanya.
Meski harga saham melemah, Michael Saylor menunjukkan ketegasan sikapnya. Melalui pernyataan di X, ia menulis bahwa dirinya “tak akan mundur.”
Keyakinan itu tampak pada langkah perusahaan pada 17 November, saat Strategy mengumumkan pembelian 8.178 BTC senilai US$ 835,6 juta. Pembelian ini jauh lebih besar dari akumulasi mingguan sebelumnya, yang biasanya berada di kisaran 400 hingga 500 BTC. Total kepemilikan Strategy kini mencapai 649.870 BTC, dengan nilai mendekati US$ 56 miliar.

