IHSG Ditutup Melemah Tipis 5,57 Poin, Sebaliknya 6 Saham Cetak ARA Dipimpin BUKK hingga BOGA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/11/2025), ditutup melemah sebanyak 5,57 poin (0,07%) menjadi 8.414. Rentang pergerakan indeks dalam kisaran 8.414-8.432 dengan nilai transaksi Rp 14,64 triliun.
Penurunan tipis tersebut sejalan dengan penurunan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi 0,29%, sektor konsumer non primer 0,49%, sektor keuangan 0,61%, sektor infrastruktur 0,58%, dan sektor transportasi 0,60%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor teknologi, properti, konsumer primer, dan kesehatan.
Baca Juga
Entitas Bumi Resources (BUMI) Borong Enam Penghargaan Ekonomi Sirkular di ICEA 2025
Di tengah penurunan tipis itu, enam saham berikut justru berhasil catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu BUKK naik 25% menjadi Rp 1.925, INDO naik 24,79% menjadi Rp 302, GGRP menguat 24,76%, SMDM menguat 24,75% menjadi Rp 1.260, GPSO menguat 24,59% menjadi Rp 760, SOTS naik 24,52% menjadi 386, dan BOGA naik 24,44% menjadi Rp 24,44%.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 13,34 poin (0,16%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa 8.419 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,26 triliun oleh pemodal asing. Terbanyak dicatatkan saham BMRI Rp 582,18 miliar, WIFI Rp 250,17 miliar, dan BBCA Rp 230,48 miliar.
Baca Juga
Pramono: Pembangunan TOD Dukuh Atas Dimulai Awal Januari 2026
Kenaikan tersebut didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naik 2,50%, sektor infrastruktur 0,52%, energi 0,44%, sektor transportasi 0,23%, dan sektor kesehatan 0,25%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti, teknologi, keuangan, dan konsumer non primer.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan penguatan sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham BOGA naik 25% menjadi Rp 675, SKLT menguat 25% menjadi Rp 270, BUKK melesat 24,70% menjadi Rp 1.540, dan SMDM naik 24,69% menjadi Rp 1.010.

