IHSG Sesi I Berbalik Melemah 0,24%, Sebaliknya BUKK dan BOGA Bertahan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (21/11/2025), ditutup melemah 20,58 poin (0,24%) menjadi 8.399. Rentang pergerakan 8.381-8.432 dengan nilai transaksi Rp 7,81 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi, material dasar, industri, konsumer non primer, keuangan, infrastruktur, transportasi, dan kesehatan. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor teknologi, properti, dan konsumer primer.
Baca Juga
Data Ketenagakerjaan AS Dongkrak Dolar, Harga Emas Antam (ANTM) Tergelincir
Di tengah pelemahan tersebut, dua saham bertahan naik hingga auto reject atas (ARA) BUKK naik 25% menjadi Rp 1.925 dan BOGA melesat 24,44% menjadi Rp 840. Kenaikan juga melanda saham GPSO sebanyak 21,31% menjadi Rp 740, CINT naik 21,28% menjadi Rp 228, INDO naik 20,66% menjadi Rp 292, dan ASPI menguat 20% menjadi Rp 900.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 13,34 poin (0,16%) ke level penutupan tertinggi baru sepanjang masa 8.419 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1,26 triliun oleh pemodal asing. Terbanyak dicatatkan saham BMRI Rp 582,18 miliar, WIFI Rp 250,17 miliar, dan BBCA Rp 230,48 miliar.
Baca Juga
Dilanda 'Panic Selling' dan Isu Komputasi Kuantum, Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 85.000
Kenaikan tersebut didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naik 2,50%, sektor infrastruktur 0,52%, energi 0,44%, sektor transportasi 0,23%, dan sektor kesehatan 0,25%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor properti, teknologi, keuangan, dan konsumer non primer.
Di tengah penguatan tersebut, empat saham catatkan penguatan sampai auto reject atas (ARA), yaitu saham BOGA naik 25% menjadi Rp 675, SKLT menguat 25% menjadi Rp 270, BUKK melesat 24,70% menjadi Rp 1.540, dan SMDM naik 24,69% menjadi Rp 1.010.

