IHSG Ditutup Anjlok 7,35%, Sebaliknya Saham WAPO, STAR, dan BOGA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026), ditutup anjlok 659,67 poin (7,35%) menjadi 8.320. Rentang pergerakan 8.187-8.980 dengan nilai transaksi Rp 43,16 triliun hingga sempat terkena trading halt selama 30 menit.
Penurunan indeks dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham dengan penekan utama datang dari saham-saham big cap, seperti saham BREN, PTRO, BRPT. Penurunan juga melanda saham big cap lainnya, seperti BBCA, DSSA, MORA, PANI, hingga RATU.
Baca Juga
'Trading Halt' Usai IHSG Rontok 8%, Trimegah: Saatnya Benahi Struktur Pasar Saham
Sebaliknya sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saahm WAPO naik 34,04% menjadi Rp 252, STAR naik 24,80% menjadi Rp 780, dan BOGA naik 24,74% menjadi Rp 1.790. Kenaikan pesat juga melanda saham BALI sebanyak 23,84% menjadi Rp 1.740 dan AGAR naik 12,10% menjadi Rp 278.
Kemarin, IHSG ditutup naik tipis sebanyak 4,9 poin (0,05%) menjadi 8.980. pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,61 triliun dengan penyumbang terbesar BBCA senilai Rp 1,10 triliun.
Baca Juga
Daftar Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo, Bahlil Jadi Ketua Harian
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 2,14%, konsumer primer naik 1,72%, sektor infrastruktur 1,59%, sektor energi naik 1,15%, dan sektor transportasi 0,59%. Sebaliknya penekan indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,45%, sektor material dasar, 1,43%, dan keuangan 0,47%.
Meski IHSG ditutup naik tipis, sejumlah saham berikut berhasil bukukan lompatan harga, seperti saham LAJU naik 34,83% menjadi Rp 120, STAR naik 25% menjadi Rp 625, INAI Naik 24,79% menjadi Rp 292, BOGA menguat 24,78% menjadi Rp 1.435, ALKA naik 24,60% menjadi Rp 785, dan LMPI naik 23,81% menjadi Rp 312.

