IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan, Sebaliknya Tiga Saham Dipimpin TPIA Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/11/2025), berpotensi menguji support dengan rentang pergerakan 8.355-8.440. Tiga saham pilihan direkomendasikan beli CPIN, TPIA, dan OILS.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa indeks kemarin melemah signifikan akibat munculnya ketegangan antara Tiongkok dan Jepang. Pergerakan selanjutnya akan mencermati Keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia.
Baca Juga
Bukan Hanya Batu Bara, Pemerintah Juga Akan Kurangi Produksi Nikel Tahun Depan
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya penurunan Wall Street, yaitu Dow Jones melemah 1,07%, begitu juga dengan S&P500 melmeh 0,83% dan Nasdaq turun 1,21%. Penurunan juga melanda seluruh bursa saham Eropa.
Di tengah peluang pelemahan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham CPIN dengan target harga Rp 4.820-4.950, TPIA dengan target harga Rp 7.650-7.775, dan OILS dengan target harga Rp 286-294.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 54,59 poin (0,65%) menjadi 8.361,93 dengan investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 281,30 miliar. Net buy terbanyak disumbangkan saham IMPC senilai Rp 281,30 miliar, BBRI Rp 256,63 miliar, dan BBNI Rp 117,50 miliar.
Baca Juga
Pertamina Bidik Laba Rp 54 Triliun dan Pendapatan Rp 1.127 Triliun hingga Akhir 2025
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor energi 2,22%, sektor material dasar 1,32%, sektor industri 1,12%, sektor konsumer primer 1,62%, sektor infrastruktur 0,36%, dan sektor keuangan 0,21%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti 2,40%.
Saat IHSG anjlok, sejumlah saham ini menguat auto reject atas (ARA), yaitu PEGE naik 34,68% menjadi Rp 167, ESTA naik 25% menjadi Rp 270, OILS naik 24,56% menjadi Rp 274, dan CBPE menguat 24,48% menjadi Rp 356. Meski tak ARA saham JATI menguat 29,41% menjadi Rp 154, CSIS menguat 20,81% menjadi Rp 505, dan NTBK naik 20,16% menjadi Rp 155.

