Bukan Hanya Batu Bara, Pemerintah Juga Akan Kurangi Produksi Nikel Tahun Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, penurunan produksi batu bara dan nikel ini hampir pasti dilakukan. Namun, dia belum bisa membeberkan angka pasti yang bakal diproduksi tahun depan.
Baca Juga
PP Presisi (PPRE) Raih Kontrak Baru Rp150 Miliar di Proyek Tambang Nikel Antam (ANTM)
“Kayaknya begitu (penurunan jumlah produksi batu bara). Angka pastinya belum, hillalnya belum nampak. Sedkit lagi. Iya (nikel juga direncanakan mengalami penurunan produksi),” kata Tri Winarno saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Meski jumlah produksi batu bara bakal diturunkan tahun depan, Tri menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dalam negeri adalah prioritas. Dengan kata lain, penurunan ini tidak akan mengganggu kebutuhan domestik, seperti untuk listrik (PLN) dan industri (semen dan pupuk).
Selain itu, Tri memastikan bahwa kebutuhan batu bara untuk listrik dan industri (semen dan pupuk) tidak mengalami peningkatan tahun depan. Kalaupun terjadi peningkatan, menurutnya, tidak besar. “Kalau (untuk kebutuhan) dalam negeri yang penting aman,” sebut dia.
Sebelum ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, rencana penurunan jumlah produksi batu bara pada 2026 bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut. Sebab, saat ini terjadi oversupply batu bara yang membuat harganya anjlok.
Baca Juga
Antam (ANTM) Cetak Lonjakan Laba 197% Ditopang Emas dan Nikel
“Sekarang kan di dalam RKAB (eencana kerja anggaran dan biaya) kita itu produksinya sampai 900 juta ton. Akibatnya apa? Supply and demand-nya tidak seimbang. Kebutuhan batu bara dunia itu cuma 1,3 miliar ton. Kita bisa menyuplai sampai 600 juta ton, hampir 50%. Akhirnya sekarang harga batu bara lagi turun jauh,” ucap Bahlil.

