IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin NCKL Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12/2025), berpotensi menguat terbatas dengan resistance 8.710. Tiga saham NCKL, INDY, dan CBDK direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan resistance 8.710 dan support 8.630. Pasar menanti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) dengan konsensus BI-Rate dipertahankan di 4,75%.
Baca Juga
Pengangguran AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam 4 Tahun, Payroll Naik Tipis
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham Wall Street, seperti pelemahan Dow Jones 0,62%. Begitu juga dengan S&P500 melemah 0,24%. Sebaliknya Nasdaq justru menguat 0,23%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham NCKL dengan target harga Rp 1.020-1.050, INDY dengan target harga Rp 2.350-2.500, dan CBDK dengan target harga Rp 9.650-10.125. Sebaliknya saham ABMM direkomendasikan jual.
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 36,81 poin (0,43%) menjadi 8.686. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 934,76 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan saham PANI senilai Rp 991,31 miliar, BBRI mencapai Rp 264,61 miliar, dan BBCA sebanyak Rp 232,04 miliar.
Baca Juga
Anjlok Hampir 3%, Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak 2021
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor teknologi 3,16%, sektor energi 1,37%, sektor konsumer non primer 0,34%, infrastruktur 0,84%, dan transportasi 0,59%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor kesehatan, keuangan, dan konsumer primer.
Sejalan dengan penguatan tersebut, saham berikut catatkan lompatan harga, seperti BBRM naik 34,75% menjadi Rp 159, DPUM naik 25,89% menjadi Rp 141, KDTN naik 25% menjadi Rp 850, ALII naik 24,71% menjadi Rp 1.085, ESTA naik 24,62% menjadi Rp 324, LABA naik 23,97% menjadi Rp 181, dan SSTM menguat 22,05% menjadi Rp 2.020.

