Pelaku Pasar Antusias, Saham GOTO Menguat Terdorong Pembahasan Merger
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan sesi II Senin (10/11/2025) terpantau melesat 6 poin (9,84%) ke level Rp 67 per saham. Dalam sebulan terakhir, saham emiten teknologi ini telah menguat lebih dari 21,82%. Saat ini, para pelaku pasar tengah menantikan kelanjutan berita proses merger.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah mencuatnya rumor merger antara GOTO dan Grab Holdings Ltd yang kembali menjadi sorotan publik. Isu ini kembali mengemuka setelah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya pembahasan terkait penggabungan dua perusahaan teknologi besar tersebut. “Iya, rencananya memang begitu (merger Grab dan GoTo),” ujar Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga
GOTO: Pangkas Rugi Bersih 82% hingga Raih Laba Sebelum Pajak untuk Pertama Kalinya
Prasetyo menambahkan, BPI Danantara akan terlibat dalam proses penggabungan tersebut, meski pembahasan masih berlangsung. “Kira-kira begitu (libatkan Danantara). Masih dicari bentuknya,” katanya.
Menurut Prasetyo, rencana merger ini dilakukan agar perusahaan dapat terus berkembang dan mendukung keberlangsungan sektor ojek online (ojol) yang telah menjadi bagian penting dari roda ekonomi masyarakat.
Meski kabar ini sudah berulang kali mencuat, pernyataan dari pihak istana menjadi sinyal kuat bagi pasar pembicaraan merger GOTO dan Grab memang sudah berada dalam tahap serius.
Baca Juga
GoTo Merilis Kinerja Keuangan September 2025, Cetak Laba Rp 62 Miliar
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, manajemen Grab maupun GOTO belum memberikan komentar resmi terkait kabar tersebut.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai kenaikan harga saham GOTO merupakan refleksi langsung dari sentimen positif pasar terhadap isu merger ini.
“Di sini kenaikan harga saham GOTO itu sudah direfleksikan. Dari adanya dinamika rencana merger antara Grab dengan GOTO itu sudah mendapatkan konfirmasi langsung dari istana negara. Berarti sebenarnya itu proses mergernya sudah pernah dibahas dalam pertemuan bersama presiden,” kata Nafan kepada investortrust.id, Senin, (10/11/2025).
Baca Juga
IHSG ATH Berkali-Kali, Sekuritas Ini Peringatkan Investor untuk Berhati-Hati
Lebih lanjut, Nafan menyebut bahwa pembahasan merger antara dua raksasa teknologi itu masih dikaji secara mendalam. “Prosesnya masih dikaji bentuk mergernya, walaupun sebenarnya juga prosesnya itu sudah dibahas sama presiden,” ujarnya.
Ia menilai pelaku pasar kini menantikan kepastian bentuk dan waktu realisasi merger tersebut. “Para pelaku pasar juga menantikan terkait dengan proses merger itu seperti apa dan berharap sekali bahwasannya rencana strategis tersebut bisa segera terealisasikan, karena yang namanya proses yang dikaji tersebut pasti juga harus ada penentuan target waktunya,” tambahnya.
Dengan prospek positif yang terbuka, Nafan merekomendasikan accumulative buy untuk saham GOTO dengan target harga Rp 74 per saham.

