IHSG Terbuka Kembali Cetak Rekor, Tiga Saham Dipimpin INET Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/11/2025), berpeluang menguji resistance 8.350, namun aksi ambil untung perlu diwaspadai. Tiga saham pilihan dengan rekomendasi beli ASII, INET, dan IMJS.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa saat ini, pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan Tiongkok dan ketenagakerjaan AS secara global, serta data domestik cadangan devisa dan penjualan motor yang berpotensi menjadi sentimen penggerak tambahan. Pemodal juga perlu mewaspadai adanya aksi ambil untung akhir pekan ini.
Baca Juga
Dampak Penerapan AI, PHK di AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dua Dekade
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan indeks saham utama dunia semalam, seperti penurunan Dow jOnes 0,84%. Begitu juga S&P500 turun 1,12% dan Nasdaq jatuh 1,90%. Mayoritas bursa Eropa juga dilanda penurunan.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ASII dengan target harga Rp 6.475-6.675, INET dengan target harga Rp 352-374, dan IMJS dengan target harga Rp 246-258.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 18,53 poin (0,22%) ke level 8.337 didukung pemodal asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 113,46 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BRMS Rp 201,33 miliar, BBCA Rp 166,22 miliar, dan COIN Rp 86,51 miliar.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Catat Titik Balik Kinerja, Sahamnya Direvisi Naik
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry 2,08%, sektor energi 1,74%, sektor konsumer 1,02%. Sektor transprotasi 1,41%, sektor infrastruktur 0,91%, dan sektor property 0,37%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, sektor teknologi, dan sektor material dasar.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham LABA naik 34,67% menjadi Rp 268, UNTD melesat 34,52% menjadi Rp 113, NIRO menguat 25% menjadi Rp 350, dan PJHB menguat 24,85% menjadi Rp 412. Meski tak ARA, saham DFAM menguat 24,66% menjadi Rp 91.

