Unilever (UNVR) Catat Titik Balik Kinerja, Sahamnya Direvisi Naik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja penuh pemulihan pada kuartal III-2025. Hal ini ditunjukkan kenaikan pertumbuhan penjualan sebanyak 12,4% secara tahunan (yoy) disertai lonjakan laba bersih hingga 117,2% yoy pada periode ini.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan di seluruh segmen usaha. Pada segmen Home & Personal Care (HPC), penjualan domestik tercatat tumbuh 14,7% yoy dengan volume meningkat 11,4% pada kuartal III-2025, berbanding terbalik dengan penurunan volume pada kuartal sebelumnya. Begitu juga dengan segmen Foods & Refreshment (F&R) juga mencatat pertumbuhan penjualan domestik 9,4% yoy dengan peningkatan volume 8,5%.
Baca Juga
“Kinerja kuat tersebut mencerminkan perbaikan sentimen konsumen dan permintaan domestik, sekaligus menunjukkan hasil dari efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang lebih disiplin. Perusahaan disebut tengah berada pada fase titik balik pemulihan setelah periode tekanan sejak kuartal IV-2023,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Selain itu, Unilever (UNVR) kini tengah mengarahkan transformasi portofolio ke segmen pertumbuhan tinggi, terutama home care, personal care, serta beauty & wellbeing. Kontribusi penjualan dari segmen-segmen tersebut meningkat dari 7,7% pada September 2024 menjadi 9,5% pada September 2025.
Perusahaan juga memperluas jaringan distribusi melalui transformasi digital dan penguatan saluran e-commerce. Meski demikian, manajemen memperkirakan biaya restrukturisasi akan meningkat pada kuartal IV-2025 ke kisaran Rp 300-400 miliar sejalan dengan agenda penyesuaian organisasi.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Optimistis Pertahankan Lonjakan Laba di Kuartal IV-2025
Dengan momentum pemulihan volume, prospek margin yang lebih baik, dan kelanjutan transformasi bisnis menuju 2026, prospek pertumbuhan UNVR dinilai lebih positif. Proyeksi laba untuk UNVR tahun 2025 dan 2026 direvisi naik masing-masing 5,9% dan 4,7%.
Begitu juga dengan target harga saham UNVR direvisi naik dari semula Rp 1.750 menjadi Rp 3.200 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan rasio dividen mencapai 100% atau potensi yield sekitar 6,9% dan potensi tambahan dari proses divestasi bisnis es krim

