IHSG Bisa Menuju Resistance 8.440, Saham INET dan RATU Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/11/2025), diprediksi bergerak dalam rentang 8.355-8.440. Tiga saham dengan rekomendasi beli hari ini adalah INET, RATU, dan BRPT.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa indeks berpeluang menguji area support 8.315–8.355. Pergerakan indeks akan dipengaruhi proyeksi keputusan suku bunga BI di tengah pelemahan rupiah ke 16.700-an serta sentimen global pasca berakhirnya government shutdown AS.
Baca Juga
OJK dan BEI Kompak Bakal Perkuat Pendalaman Pasar hingga Pengawasan
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pelemahan bursa saham AS, sepreti penurunan Dow Jones sebanyak 0,65% dan S&P500 mencapai 0,050. Sebaliknya Nasdaq mulai berbalik poisitf. Begitu juga dengan bursa saham Eropa cenderung melelamah akhir pekan lalu.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli INET dengan target harga Rp 535-565, RATU dengan target harga Rp 10.300-10.525, dan BRPT dengan target harga Rp 3.940-4.280.
Adapun, IHSG sepanjang pekan lalu mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Baca Juga
Pelemahan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.

