Dampak Penerapan AI, PHK di AS Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dua Dekade
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat melonjak tajam pada bulan Oktober seiring perusahaan menyesuaikan struktur biaya dan tenaga kerja di tengah ledakan adopsi kecerdasan buatan (AI). Hal ini mengindikasikan adanya potensi tekanan baru bagi pasar tenaga kerja.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Berdasarkan laporan Challenger, Gray & Christmas, Kamis (6/11/2025), jumlah PHK mencapai 153.074, naik 183% dibanding September dan 175% lebih tinggi dibanding Oktober tahun lalu, menjadikannya level tertinggi sejak 2003. Tahun 2025 kini tercatat sebagai tahun terburuk untuk pengumuman PHK sejak 2009.
“Seperti tahun 2003, sebuah teknologi yang mengubah tatanan tengah mengguncang pasar tenaga kerja. Dengan penciptaan lapangan kerja yang kini berada di titik terendah dalam beberapa tahun, pengumuman PHK di kuartal keempat tampak semakin buruk secara optik,” beber Andy Challenger, pakar ketenagakerjaan dan Chief Revenue Officer perusahaan itu, dikutip dari CNBC.
Laporan ini menjadi salah satu dari sedikit sumber data tenaga kerja yang tersedia, karena pemerintah AS masih menghentikan publikasi data resmi akibat penutupan pemerintahan di Washington D.C. Meskipun demikian, angka PHK yang tinggi belum tercermin dalam klaim tunjangan pengangguran mingguan di tingkat negara bagian.
Sebelumnya, ADP melaporkan bahwa sektor swasta menambah 42.000 pekerjaan pada Oktober, membalikkan dua bulan penurunan berturut-turut. Namun, pejabat Federal Reserve mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja. Bank sentral telah menurunkan suku bunga acuannya dua kali sejak September dan kemungkinan akan memangkas lagi 0,25 poin persentase pada Desember untuk mencegah perlambatan yang lebih dalam.
Baca Juga
Di Atas Ekspektasi, ADP: Tenaga Kerja Swasta AS Bertambah 42.000 pada Oktober
Sektor teknologi mencatat jumlah PHK terbesar dengan 33.281 posisi, hampir enam kali lipat dari September, seiring restrukturisasi besar-besaran akibat integrasi AI. Produk konsumen juga mengalami lonjakan menjadi 3.409 PHK, sementara sektor nirlaba, yang terpukul oleh dampak penutupan pemerintah, telah mencatat 27.651 PHK sejak awal tahun, melonjak 419% dibanding 2024.
Secara total, perusahaan-perusahaan AS telah mengumumkan 1,1 juta PHK sepanjang tahun ini, meningkat 65% dibanding tahun lalu, dan merupakan level tertinggi sejak tahun pandemi 2020. Oktober juga menjadi bulan dengan total PHK tertinggi dalam kuartal keempat sejak 2008.
“Beberapa industri kini melakukan penyesuaian setelah lonjakan perekrutan selama pandemi, namun hal ini terjadi bersamaan dengan adopsi AI, lemahnya konsumsi, serta biaya operasional yang meningkat,” tambah Challenger. Mereka yang kehilangan pekerjaan, kata dia, kini semakin sulit mendapatkan pekerjaan baru dengan cepat - sebuah sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai melonggar.

