Kinerja Mengecewakan, Sekuritas Berlomba Pangkas Target Saham Unilever (UNVR)
JAKARTA, investortrust.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali membukukan penurunan laba sebanyak 10,61% dari Rp 2,75 triliun menjadi Rp 2,46 triliun pada semester I-2024. Realisasi laba tersebut jauh di bawah ekspektasi dengan peluang penjualan mengecewakan berlanjut tahun ini.
Realisasi laba tersebut di bawah target Mandiri Sekuritas dan konsensus analis, seiring dengan penurunan pendapatan di tengah pelemahan daya beli masyarakat, berlanjutnya boikot produk perseroan, dan harga jual produk.
“Kami memperkirakan seluruh faktor penekan kinerja keuangan semester I tersebut akan berlanjut pada semester II tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Laba Unilever (UNVR) Tergelincir 10,6% Menjadi Rp 2,46 Triliun di Semester I-2024
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk menurunkan rekomendasi netral saham UNVR dengan target harga Rp 2.750.
Pandangan negatif terhadap prospek saham UNVR juga datang dari analis Sucor Sekuritas Clara Nathania. Menurut dia, penurunan laba tersebut dipicu atas penurunan penjualan perseroan. Di antaranya, volume penjualan turun, meskipun dilakukan penurunan harga.
“Kami memperirakan masa sulit bagi UNVR belum berakhir, khususnya penurunan permintaan dan sengitnya persaingan pasar. Meskipun perseroan telah meluncurkan produk segmen pasar tier dua,” tulsinya.
Estimasi Keuangan UNVR
Sumber: Sucor Sekuritas
Penurunan laba bersamaan dengan prospek yang tak kunjung membaik mendorong Sucor Sekuritas merevisi target harga saham UNVR menjadi Rp 2.500 dengan rekomendasi hold. Meski demikian, Sucor Sekuritas masih berharap laba bersih perseoran tumbuh tipis 0,7% menjadi Rp 4,8 triliun.
Unilver dalam rilis laporan kinerja keuangan di Jakarta, Rabu (24/7/2024), menyebutkan bahwa penurunan laba tersebut sejalan dengan penurunan penjualan dari Rp 20,29 triliun menjadi Rp 19,04 triliun.
Baca Juga
Unilever (UNVR) masih Terjebak Kompetisi Sengit, Potensi Kebangkitan Sahamnya belum Tampak
Penurunan tersebut memicu pelemahan laba bruto perseroan dari Rp 10,11 triliun menjadi Rp 9,46 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 3,19 triliun. Penurunan tersebut menjadikan total laba per saham turun dari Rp 72 menjadi Rp 65 per saham.
Grafik Saham UNVR

