Pemerintah Diminta Segera Selamatkan Emiten BUMN Karya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menilai ekspansi besar-besaran yang dilakukan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) karya, termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), merupakan konsekuensi dari arah kebijakan pemerintah dalam satu dekade terakhir.
Sebagaimana diketahui saham WSKT dan WIKA telah mengalami suspensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbulan-bulan. Bahkan, suspensi saham WSKT telah lebih dari dua tahun. Pemicu utamanya kegagalan membayar utang.
Baca Juga
Hans menuturkan, pembangunan infrastruktur secara agresif pada era Presiden Joko Widodo membuat perusahaan karya terdorong melakukan ekspansi proyek dalam skala besar. Namun, sebagian proyek tersebut dinilai belum memiliki urgensi tinggi bagi masyarakat, sehingga tingkat pengembalian investasi menjadi rendah.
“Memang kalau kita lihat masalah perusahaan karya ini kan waktu 10 tahun era Presiden Jokowi itu terlalu ekspansi. Jadi ini arah kebijakan pemerintah. Pembangunan infrastruktur agak berlebih dan sebagian proyek sebenarnya belum dibutuhkan masyarakat, sehingga return-nya rendah,” kata Hans saat ditemui di Gedung BEI, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat tekanan finansial perusahaan karya semakin besar. Namun, ia menegaskan perusahaan seperti Waskita Karya tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena mereka menjalankan mandat pembangunan dari pemerintah.
Baca Juga
WIKA Garap Proyek Pengolahan Air Limbah Rp 1,8 Triliun di Jakarta Barat
“Perusahaan karya itu harus diselamatkan. Karena mereka sebenarnya mengikuti arahan pemerintah untuk ekspansi. Jadi harus ada upaya penyelamatan,” tegas Hans.
Dia menyampaikan, langkah penyelamatan dapat ditempuh melalui restrukturisasi utang dan kebijakan strategis lainnya. Ia menilai perusahaan karya seperti Wijaya Karya (WIKA) sebenarnya memiliki rekam jejak kinerja yang baik, sehingga seharusnya tetap dapat beroperasi sebagai perusahaan publik.
“Selama ini, Wijaya Karya itu bagus sekali. Kalaupun terakhir harus memilih go private, itu keputusan pemerintah. Tapi menurut saya perusahaan yang bagus harusnya dibiarkan go public,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama WSKT, Muhammad Hanugroho atau Oho, mengungkapkan adanya arahan untuk mengkonsolidasikan tujuh BUMN konstruksi sebagai bagian dari rencana integrasi BUMN Karya. Dalam wacana terbaru, integrasi tersebut melibatkan Waskita Karya dan Hutama Karya (HK). Namun, hasil kajian menunjukkan perlunya pembahasan lanjutan sebelum finalisasi.
“Proses studinya membutuhkan waktu untuk dikonsultasikan. Dan mungkin ini akan terlaksana tahun depan. Finalnya akan dilakukan tahun depan,” kata Oho dalam public expose WSKT, baru-baru ini.

