Unilever (UNVR) masih Terjebak Kompetisi Sengit, Potensi Kebangkitan Sahamnya belum Tampak
JAKARTA, investortrust.id – Meskipun manajemen menerapkan strategi percepatan pertumbuhan, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) diprediksi belum mengalami perubahan berarti tahun ini. Pertumbuhan kinerja diperkirakan masih lemah sepanjang 2024.
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania mengatakan, pertumbuhan lemah Unilever diprediksi tetap berlanjut tahun ini dipicu minimnya katalis dan rendahnya peluang pertumbuhan penjualan. Meskipun perseroan menerapkan strategi peluncuran produk pasar tier 2 dan revisi harga jual untuk mendongkrak pangsa pasar.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Lego Aset Mesin Produksi Es Krim Rp 57 Miliar
“Sejumlah strategi tersebut tak tampak berarti bagi pertumbuhan penjualan perseroan. Di tengah kompetisi pasar yang ketat, UNVR kesulitan untuk kembali merengguh pangsa pasar,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan pekan ini.
Segmen home and personal care (HPC), terang dia, yang berkontribusi sebanyak 65% terhadap total penjualan justru mencatatkan rata-rata penurunan penjualan per tahun sebanyak 2,6% pada 2018-2023. Penurunan dipengaruhi peralihan konsumen dari produk-produk UNVR harga mahal ke produk lain dengan harga lebih terjangkau di tengah penurunan daya beli masyarakat.
Estimasi Kinerja Keuangan UNVR
Sumber: Sucor Sekuritas
Penurunan penjualan segmen HPC, terang dia, juga didukung peningkatan kompetisi dengan produk-produk local dan inovasi segmen HPC yang rendah yang berikibat terhadap kemampuan untuk kembali menerik pasar.
Sedangkan segmen bisnis food and refreshment (FnR), menurut dia, hanya mencatatkan pertumbuhan rata-rata per tahun hanya 0,6% periode 2018-2023. Kenaikan penjualan ditopang produk kategori nutrisi. Sedangkan segmen es krim tumbuh mendatang, khususnya setelah pandemi Covid. Penurunan dipicu atas adanya shifting consume ke produk lebih terjangkau.
Baca Juga
Rasio Capai 111%, Unilever Tetapkan Dividen Final Rp 2,93 Triliun
Berbagai factor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahanakn CAGR perseroan tahun 2023-2028 sebanyak 5%. Angka tersebut lebih rendah rata-rata pertumbuhan penjualan sektor consume mencapai 12%.
Berbagai factor tersebut mendorong sekuritas ini mempertahankan rekomendaso hold saham UNVR dengan target harga Rp 2.900. Target tersebut juga mempertimbangkan besarnya kas internal dan neraca keuangan yang kuat.
Unilever (UNVR) diprediksi mencatatkan kenaikan penjualan tipis tahun ini menjadi Rp 4,86 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,80 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan naik dari Rp 38,61 triliun menjadi Rp 39,26 triliun.
Grafik UNVR

