Bitcoin Reli Jelang Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset Kripto Bitcoin (BTC) sempat melambung ke harga US$ 116.000, menjelang penetapan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Harapan pemotongan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate/FFR) semakin tinggi menjelang pertemuan 29 Oktober 2025.
CME’s FedWatch Tool menunjukkan, probabilitas pemotongan suku bunga 25 basis point (25-bps) mencapai hampir 99%. “Prospek ini mendorong trader melakukan reposisi ke aset berisiko, salah satunya kripto,” jelas Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha, Selasa (28/10/2025).
Tren reli yang dialami Bitcoin juga dipengaruhi kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, melalui ‘kerangka kerja yang sangat substansial’ pada 26 Oktober 2025, setelah negosiasi dua hari di Malaysia. Capaian ini dipandang berhasil mencegah ancaman tarif 100% AS yang sempat memicu crash pasar kripto pada 10 Oktober 2025.
Kenaikan harga Bitcoin juga diperkuat oleh likuidasi besar-besaran terhadap posisi short (jual) di pasar derivatif. Menurut data Coinglass, posisi short senilai US$ 347,5 juta terlikuidasi dalam 24 jam terakhir. Likuidasi besar ini memaksa short seller untuk membeli kembali aset, yang secara efektif memperkuat dan mempercepat price surge Bitcoin.
Baca Juga
Harga Bitcoin Menguat, Apakah Ini Waktunya Untuk Berinvestasi?
Secara teknikal, Panji memproyeksikan bahwa pergerakan BTC harus menembus level US$ 117.000. Jika berhasil, reli dapat berlanjut menyentuh harga US$ 124.000, meningkatkan peluang BTC melampaui all time high (ATH) di level US$ 126.000.
“Namun, jika gagal menembus US$ 117.000, BTC berpotensi bergerak di kisaran US$ 110.000 - US$ 114.000,” sambung Panji.
Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 113.000 - US$ 116.000 dan Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 4.000 - US$ 4.300.
Baca Juga
Kuasai Lebih dari 6% Pasokan Global, Korporasi Agresif Jadikan Bitcoin Jadi 'Treasury'
Sedangkan, dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah sedikit yakni 0,52% dan bergerak di harga US$ 113.900 atau sekitar Rp 1,89 miliar setelah sempat mencapai resistance US$ 116.000 kemarin.
Sementara, dominasi pasar BTC kini berada di level 59,69%, dengan total kapitalisasi pasar aset kripto yang turun 0,82% menjadi US$ 3,81 triliun.

