Kuasai Lebih dari 6% Pasokan Global, Korporasi Agresif Jadikan Bitcoin Jadi 'Treasury'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Saat ini semakin banyak perusahaan publik maupun swasta yang menjadikan Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari aset treasury (cadangan keuangan), dengan kepemilikan korporasi hampir 1,33 juta BTC atau sekitar 6,3% dari total pasokan global.
Data teranyar menunjukkan, perusahaan publik secara kolektif memegang hampir 1,05 juta BTC, sementara perusahaan swasta menambah sekitar 279.185 BTC yang tersebar di sedikitnya 68 entitas.
Pendiri dan CEO Botanix Labs Willem Schroé menilai sebagian besar perusahaan akan mencari cara untuk mengoptimalkan kepemilikan mereka.
“Banyak perusahaan yang memiliki Bitcoin kini mulai melirik peluang pinjaman dan produk yield berbasis Bitcoin,” ujar Schroé, dilansir dari CoinTelegraph, Selasa (28/10/2025).
Namun, lanjut dia, tidak semua institusi dapat memanfaatkan kepemilikan Bitcoin-nya. Exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot, yang kini menampung hampir 1,7 juta BTC, terikat oleh regulasi ketat di Amerika Serikat (AS). Karena terdaftar sebagai passive commodity trust, ETF seperti BlackRock iShares Bitcoin Trust dilarang meminjamkan, menjaminkan, atau menggunakan kembali asetnya.
Baca Juga
Meski begitu, sejumlah entitas mulai bereksperimen. Di jaringan Solana, DeFi Development Corp (DFDV) mengembangkan model staking dan partisipasi dalam protokol decentralized finance (DeFi) untuk meningkatkan kepemilikan token mereka.
“Kita sudah melewati masa eksperimental itu. Kini pasar jauh lebih matang dan protokol seperti Aave atau Dolomite sudah terbukti bertahan,” katanya.
Di tengah perdebatan teknis dan ideologis, perusahaan serta pengembang terus mencari cara menjadikan Bitcoin bukan sekadar aset simpanan, melainkan fondasi sistem keuangan baru yang sepenuhnya terdesentralisasi.
Melirik CoinMarketCap, harga Bitcoin berada di level US$ 114.486,39, hari ini, Selasa (28/10/2025) pada pukul 8.51 WIB, atau menurun sekitar 0,73% dalam 24 jam terakhir.

