Harga Bitcoin Menguat, Apakah Ini Waktunya Untuk Berinvestasi?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) baru-baru ini mencatat kenaikan signifikan, menembus batas US$ 112.000 dengan volume perdagangan yang tinggi dan stabil di kisaran US$ 114.500. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan likuidasi besar-besaran posisi short senilai US$ 319 juta dalam 24 jam terakhir, menandakan potensi perubahan tren dalam pasar mata uang kripto.
Melansir dari Pintu, Selasa (28/10/2025), Bitcoin (BTC) berhasil menembus batas psikologis US$ 112.000 dan terus naik hingga mencapai US$ 114.000-an siang ini. Kenaikan ini didorong oleh likuidasi besar-besaran terhadap posisi short, yang mencapai UA$ 319,18 juta dalam 24 jam. Fenomena ini menunjukkan bahwa banyak trader yang bertaruh melawan Bitcoin (BTC) terpaksa menutup posisi mereka, yang pada gilirannya mendorong harga lebih tinggi.
Volume perdagangan yang melonjak sekitar 318% di atas rata-rata sesi menunjukkan minat yang kuat dari para pembeli. Kenaikan ini tidak hanya menembus batas US$ 112.000 tetapi juga menciptakan momentum yang kuat yang bisa membawa harga ke level yang lebih tinggi jika tren ini terus berlanjut.
Baca Juga
Simak! Ini 5 Ramalan Mengejutkan Ethereum dari Robert Kiyosaki yang Bikin Kripto Diburu Whale
Dinamika Pasar dan Likuidasi
Dalam 24 jam terakhir, CoinGlass mencatat total likuidasi sebesar US$ 393,74 juta di berbagai platform, dengan dominasi likuidasi posisi short. Likuidasi terbesar dalam satu order mencapai US$ 19,04 juta untuk pasangan Bitcoin (BTC)-USD di platform Hyperliquid. Ini menunjukkan bahwa volatilitas pasar masih sangat tinggi, dan para trader yang mengambil posisi short terpaksa keluar dengan kerugian besar.
Likuidasi besar-besaran ini juga menunjukkan bahwa banyak pelaku pasar mungkin telah salah membaca sinyal atau terlalu pesimis tentang prospek Bitcoin (BTC). Kondisi ini sering kali menciptakan peluang bagi trader yang mampu membaca dan merespons dinamika pasar dengan tepat.
Pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Tiongkok di Kuala Lumpur membahas berbagai isu perdagangan dan kerja sama ekonomi. Dari pertemuan ini, kedua negara mencapai beberapa kesepakatan dasar dan berencana untuk melanjutkan dialog untuk menyelesaikan detail lebih lanjut. Isu yang dibahas mencakup tarif, kerjasama penegakan hukum terkait fentanyl, perdagangan pertanian, dan kontrol ekspor.
Pertemuan ini dianggap sebagai langkah positif yang bisa mengurangi ketegangan perdagangan dan mendorong stabilitas ekonomi global. Stabilitas ini penting untuk pasar keuangan, termasuk pasar mata uang kripto, karena dapat mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan investor.

