Meski IHSG Anjlok, Investor Asing justru Net Buy Jumbo Rp 1,19 Triliun Teratas BBCA
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing makin agresif borong saham dengan net buy senilai Rp 1,19 triliun, meski indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025), ditutup anjlok 154 poin (1,87%) menjadi 8.117, bahkan intraday sempat anjlok lebih dari 4% ke level 7.959.
Net buy terbesar disumbangkan lima saham berikut, yaitu PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) Rp 748,84 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 352,04 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 147,11 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 144,77 miliar, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 99,06 miliar.
Baca Juga
Citi Indonesia Sambut Positif Insentif Likuiditas Makroprudensial dari BI
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 337,89 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 169,85 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 164,31 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 164,31 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 67,31 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 43,10 miliar.
Tekanan utama indeks hari ini datang dari saham-saham big cap, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, BRPT, CUAN, hingga PTRO. Tekanan juga datang dari saham emiten Haji Isam, PGUN, JARR, TEBE, dan FAST yang anjlok. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham emiten Sinarmas, yaitu DSSA dan emiten Lippo, yaitu MLPT.
Secara sectoral, penurunan utama indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,46%, sektor property 3,48%, sektor konsumer primer 2,03%. Sektor saham keuangan, teknologi, infrastruktur, transportasi turun lebih dari 1%.
Saat IHSG anjlok sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham BRRC naik 34,82% menjadi Rp 151, REAL melambung 34,78% menjadi Rp 93, MICE naik 25% menjadi Rp 650, SSTM naik 25% menjadi Rp 560, dan SKRN naik 24,69% menjadi Rp 1.010.
Baca Juga
Rotasi ke Saham Fundamental Berlangsung, Investor Kembali Lirik LQ45
Meski tak ARA, lompatan juga melanda saham KDTN sebanyak 28,57% menjadi Rp 147, BABY naik 23,38% menjadi Rp 496, MPXL menguat 22,86% menjadi Rp 256, PPRE naik 21,05% menjadi Rp 138, PURI naik 20,78% menjadi Rp 372, dan GPSO naik 20,71% menjadi Rp 845.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 2,63 poin (0,03%) menjadi 8.271 dengan nilai transaksi saham Rp 18,62 triliun. Sebaliknya investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 1,15 triliun. Meski melemah, indeks berhasil catatkan penguatan lebih dari 4% sepanjang pekan kemarin.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 1,30%, sektor konsumer non primer 1,11%, sektor konsumer primer 1,13%, sektor teknologi 2,43%, dan sektor infrastruktur 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, industri, kesehatan, dan transportasi.

