Meski IHSG Tertekan 0,44% Pekan Ini, Pemodal Asing justru Net Buy Jumbo Pilihan Utama BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini catatkan penurunan 36,28 poin (0,44%) menjadi 8.235. Pemodal asing mencatatkan lompatan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 4,90 triliun.
Penurunan indeks pekan ini dipicu kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti saham DSSA, BRMS, MORA, BUMI, AMMN, UNTR, IMPC, PTRO, AMRT, hingga DEWA. Sebaliknya saham penopang indeks pekan ini datang dari kenaikan saham MEGA, BMRI, BBRI, BNBR, INKP, dan TKIM.
Baca Juga
Wall Street Anjlok Gegara Inflasi AS Memanas, Dow Ambles Lebih 500 Poin
Secara sectoral, penurunan dipicu atas pelemahan saham sektor energi, material dasasr, property, infrastruktur, transportasi, teknologi. Sebaliknya saham sektor industry, material dasar, dan consumer primer catatkan kenaikan.
Penurunan tersebut menjadikan kinerja IHSG BEI menajdi yang terburuk di Asia Pacifik sepanjang year to date (ytd) dengan pelemahan mencapai 4,76%. Adapun indeks dengan kenaikan tertinggi ytd dicatatkan indeks Kospi dengan penguatan 48,17% disusul indes SET dari Thailand dengan kenaikan 21,23%.
Saham BBRI
Sementara itu, investor asing mencatatkan lompatan pembelian bersih atau net buy saham mencapai Rp 4,90 triliun pekan ini atau terjadi kenaikan dari pekan lalu dengan net buy hanya Rp 2,07 triliun. Meski demikian, pemodal asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 9,51 triliun sepanjang ytd.
Baca Juga
AS Terancam Stagflasi, Yield Obligasi 10 Tahun Anjlok di Bawah 4%
Berdasarkan data BEI, net buy saham terbanyak pekan ini dicatatkan saham BBRI mencapai Rp 1,14 triliun. Disusul net buy saham RISE senilai Rp 992,41 miliar, BMRI mencapai Rp 900,89 miliar, NCKL senilai Rp 619,79 miliar, dan BUVA sebanyak Rp 521,21 miliar.
Adapun saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak disumbangkan saham INDF senilai Rp 559,79 miliar, BBCA mencapai Rp 522,27 miliar, BNBR senlai Rp 438,07 miliar, INKP sebanyak Rp 313,81 miliar, dan BBNI senilai Rp 304,89 miliar.

