BEI Suspensi 4 Saham Ini Dipicu Lonjakan Harga, Ada GPSO hingga TEBE
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) empat saham mulai sesi I, Rabu 24 September 2025. Suspensi dipicu atas lomptan harga seluruh saham tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan pengumuman resmi BEI, saham-saham yang terkena suspensi antara lain, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
Baca Juga
Dua Sekuritas Ini Pangkas Turun Target Harga BMRI, Sahamnya masih Layak Dilirik?
Penghentian sementara perdagangan berlaku di seluruh pasar hingga adanya pengumuman lebih lanjut dari otoritas bursa. BEI menegaskan, kebijakan suspensi dilakukan untuk melindungi investor sekaligus memastikan keterbukaan informasi dari masing-masing emiten.
Berdasarkan data BEI, saham MSIE telah melesat lebih dari 205% menjadi Rp 104 dalam sebulan terakhir, saham GPSO melesat lebih dari 141% menjadi Rp 755, dan saham ITIC melambung lebih dari 123% menjadi Rp 482. Saham TEBE juga disuspensi untuk kedua kali pekan ini dipicu atas lompatan harga lebih dari 156% menjadi Rp 2.820 dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Jelang Pengendali Baru Masuk, Saham LAPD Disebut Menuju Level Rp 350
Sebaliknya, BEI membuka kembali (unsuspensi) perdagangan kelima saham emiten mulai sesi I Rabu, 24 September 2025. Saham-saham tersebut sebelumnya sempat disuspensi sementara dipicu atas lompatan harga. Empat saham dibuka di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA), yaitu PT Golden Flower Tbk. (POLU), PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. (CBRE), PT MD Entertainment Tbk. (FILM), dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ). Sedangkan saham PT Tanah Laut Tbk (INDX) dibuka di pasar reguler.
Sebagaimana dikehatui saham CBRE telah menguat lebih dari 406% menjadi Rp 620 dalam sebulan terakhir atau sebelum 12 September 2025, saham POLU melambung lebih dari 145% menjadi Rp, NAYZ naik lebih dari 140% menjadi Rp, dan saham FILM melesat lebih dari 52% menjadi Rp 4.840 sejak 16 September. Penguatan pesat juga dicatatkan saham INDX sebanyak 162% menjadi Rp 228.
Grafik Saham

