Bagikan

Menkomdigi Tegaskan Anak Harus Tumbuh Aman di Ruang Digital, Ini Aturannya

Poin Penting

PP TUNAS wajibkan platform digital lindungi anak dari konten berbahaya.
Meutya Hafid dorong sinergi budaya dan teknologi bagi generasi muda.
Pemerintah perkuat literasi digital dan konten positif nasional.

JAKARTA , investortrust.id – Pemerintah resmi menerapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi ini mewajibkan seluruh platform digital melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya di ruang siber.

“Platform digital harus menyediakan filter konten, verifikasi usia, dan kontrol orang tua. Anak-anak berhak tumbuh aman, sehat, dan terlindungi,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025).

Baca Juga

Menkomdigi Dorong Kepala Daerah Terapkan Transparansi Digital untuk Tingkatkan Pajak

Aturan yang ditetapkan sejak 28 Maret 2025 ini menjadi bagian dari tiga strategi terpadu pemerintah dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Dua strategi lainnya adalah pemenuhan gizi dan kesehatan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), serta penguatan karakter bangsa lewat lembaga budaya.

Kemenkomdigi memastikan informasi mengenai MBG dan PKG disampaikan secara luas agar orang tua memahami manfaatnya bagi tumbuh kembang anak. Menurut Meutya, kemajuan teknologi digital memang membawa banyak kemudahan, namun ruang digital tidak boleh mendominasi kehidupan anak-anak.

“Mangkunegaran, misalnya, bisa menjadi ruang belajar bagi generasi muda agar tetap dekat dengan akar budaya bangsa,” ucap Meutya.

Baca Juga

Wamenkomdigi Sebut Keamanan Siber Jadi Syarat Mutlak Transformasi Digital

Ia menegaskan bahwa budaya dan teknologi harus berjalan beriringan. Penguatan nilai budaya sejalan dengan tugas Kemenkomdigi dalam mengatur tata kelola ruang siber sekaligus memastikan ruang komunikasi menjadi media penyebaran nilai kebangsaan.

Pemerintah juga menggencarkan literasi digital, penyediaan konten positif, serta kolaborasi dengan lembaga budaya. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan percepatan teknologi dengan pelestarian identitas nasional.

“Dengan begitu, anak-anak tidak hanya terlindungi di ruang digital, tetapi juga mendapat ruang belajar yang menanamkan cinta tanah air, menghormati kearifan lokal, dan membangun karakter kebangsaan,” tutup Meutya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024