Dipicu Lompatan Harga, Saham BEEF, IPAC, dan IDPR Terkena Suspensi
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara (suspense) perdagangan saham tiga saham emiten mulai sesi I, Kamis 2 Oktober 2025. Suspensi dipicu atas lompatan harga dalam sebulan terakhir.
Ketiga saham yang terkena suspense, yaitu saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR), PT Era Graharealty Tbk (IPAC), dan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF). Penghentian sementara ini dilakukan di seluruh pasar, baik reguler maupun negosiasi.
Baca Juga
Volume Transaksi Melambung, Saham ATLA bisa Melesat ke Rp 150
Berdasarkan data BEI, saham BEEF telah melambung lebih dari 112% menjadi Rp 620 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham IPAC naik lebih dari 98% menjadi Rp 274 dan IDPR menguat lebih dari 76% menjadi Rp 434.
Secara bersamaan, BEI juga membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham tiga emiten mulai sesi I hari ini, yaitu PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), dan PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA). Unsuspensi saham DWGL langsung masuk PPK dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
Kinerja dan Saham Antam (ANTM) Tetap Prospektif, Meski Ada Risiko Pasokan Emas dari Freeport
Transaksi tiga saham tersebut sebelumnya dihentikan dipicu atas lompatan harga dalam beberapa pekan terakhir. Data BEI mengungkap, saham SOFA telah melambung lebih dari 228% menjadi Rp 148 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham RMKO melesat lebih dari 117% menjadi Rp 228. Kenaikan pesat juga dicatatkan saham DWGL mencapai 177% dalam sebeulan terakhir menjadi Rp 605.
Sedangkan tiga saham emiten yang dikeluarkan dari PPK, yaitu saham PT Paramitra Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Lion Metal Works Tbk (LION), dan PT Pakuan Tbk (UANG). Dengan demikian ketiga saham tersebut kembali bisa ditransaksikan di papan regular.
Grafik saham

