BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham IDPR, IPAC, dan DEFI
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagangan tiga saham PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR), PT Era Graharealty Tbk (IPAC), dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) mulai sesi I hari ini, Rabu (7/10/2025).
Suspensi saham IPAC dan IDPR dipicu atas peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam sebulan terakhir, sehingga BEI memutuskan penghentian sementara perdagangan saham. Suspensi ini bertujuan untuk melindungi investor. Sebaliknya suspensi saham DEFI dipicu kejatuhan harga dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Harga Emas dan Logam Terus Mengilap, Saham INCO hingga AADI Jadi Alternatif Pilihan
Berdasarkan data BEI, saham IPAC telah melesat lebih dari 134% menjadi Rp 330 dalam sebulan terakhir dan saham IDPR menguat lebih dari 112% menjadi Rp 620 dalam sebulan terakhir. Adapun saham DEFI telah jatuh lebih dari 50% menjadi Rp 172 dalam sebulan terakhir.
Hari ini, BEI juga membuka kembali perdagangan (unsuspend) delapan saham. Empat dari delapan saham tersebut akan ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK). Delapan saham tersebut terdiri atas empat saham yang dibuka dengan transaksi di papan regular, yaitu saham PT Petrosea Tbk (PTRO), termasuk Waran Terstruktur (WT) PTRODRC6A, PTROYUCK6A, PTROZPCK6A, dan PTROHDCK6A, PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) dan PT Timah Tbk (TINS).
Sebaliknya empat saham lainnya dibuka di PPK dengan mekanisme transaksi full call auction (FCA), yaitu saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN).
Baca Juga
Ternyata Ini Alasan Belum Terealisasinya Akuisisi PertaLife oleh Tugu Insurance (TUGU)
Sebagaimana diketahui, saham PTRO, ASLI, KOKA, dan TINS mengalami suspensi perdagangan akibat lompatan harga. Data BEI menyebutkan bahwa saham TINS melesat lebih dari 118% menjadi Rp2.260 dan saham PTRO melesat lebih dari 83% menjadi Rp 7.150 dalam sebulan terakhir. Saham KOKA lebih dari 292% menjadi Rp 392 dan ASLI lebih dari 226% menjadi Rp 163 dalam sebulan terakhir.
Begitu juga dengan saham PGUN telah melesat lebih dari 497% menjadi Rp 18.400 dalam sebulan sebelum penghentian perdagangan saham. Saham GPSO melesat lebih dari 199,32% menjadi Rp 880, saham OLIV naik lebih dari 116% menjadi Rp 108, dan TEBE melambung sebanyak 48% menjadi Rp 2.820.
Grafik Saham IPAC, IDPR, dan DEFI

