Alim Investindo Lepas Saham, Bank Maspion (BMAS) Kini Penuhi Ketentuan Free Float
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) telah memenuhi ketentuan saham free float di atas batas minimum yang ditunjukkan saham public mencapai 10,52% atau melampaui ketentuan minimum 7,5% dari total saham tercatat. Penambahan saham publik dilakukan setelah PT Alim Investindo, perusahaan yang dikendalikan Alim Markus, kembali mendivestasi saham.
Pencapaian tersebut diraih melalui serangkaian transaksi yang difasilitasi lewat mekanisme share crossing yang dilakukan Alim Investindo. Langkah tersebut juga mendorong peningkatan kepemilikan Kasikorn Bank (KBank Group) sebagai pemegang saham pengendali menjadi 89,48%.
Baca Juga
Usai Berdamai, Alim Markus Divestasi Saham Bank Maspion (BMAS) Rp 322,22 Miliar
“Langkah ini mencerminkan komitmen Bank Maspion dan KBank dalam menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga kepatuhan terhadap regulasi dan memperkuat kepercayaan investor,” ujar Kasemsri Charoensiddhi, Direktur Utama Bank Maspion dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), ebberapa waktu lalu.
Dengan pemenuhan free float di atas ketentuan, manajemen BMAS optimistis bahwa saham BMAS akan semakin likuid di pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham seiring penguatan fundamental bisnis bank ke depan.
Baca Juga
Ini Lho Keistimewaan Aturan TKDN yang Baru, Ketersediaan Litbang Pun Dapat Poin TKDN
Alim Investindo sebelumnya telah mendivestasi besar saham BMAS pada 11 September 2025 dengan melepas sebanyak 983.732.703 saham. Transaksi dilakukan pada harga Rp500 per saham. Sebelum transaksi, Alim Investindo tercatat memiliki 1.870.763.156 saham atau setara 10,33% dari total saham BMAS. Setelah divestasi, kepemilikan berkurang menjadi 887.030.453 saham atau sekitar 4,9%.
Manajemen menyebut tujuan transaksi ini adalah divestasi, sejalan dengan strategi portofolio pemegang saham. Status kepemilikan saham tercatat masih langsung atas nama Alim Investindo. Dengan penjualan ini, komposisi kepemilikan BMAS mengalami perubahan signifikan sekaligus mendukung pemenuhan ketentuan free float di Bursa Efek Indonesia (BEI).

