Usai Berdamai, Alim Markus Divestasi Saham Bank Maspion (BMAS) Rp 322,22 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id –PT Alim Investindo melepas sebanyak 3,56% saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) senilai Rp 322,22 miliar. Penjualan tersebut bagian dari divestasi saham oleh perusahaan yang dikendalikan Maspion Group milik Alim Markus, taipan asal Surabaya ini.
Manajemen BMAS dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/8/2025), menyebutkan bahwa Alim Investindo melepas sebanyak 644,45 juta saham MASB dengan harga pelaksanaan Rp 500 pada 14 Agustus. Nilai penjualan tersebut lebih tinggi, dibandingkan dengan harga penutupan saham BMAS hari ini Rp 605.
Baca Juga
Jokowi dan SBY Dijadwalkan Hadir Sidang Tahunan MPR Besok, Megawati Belum Pasti
Berdasarkan data BEI, saham BMAS yang masih ditransaksikan di papan pemanatauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) ini ditutup melesat Rp 55 (10%) menjadi Rp 605 pada penutupan perdagangan saham hari ini. Saham BMAS berhasil mencatatkan kenaikan sebanyak 17,48% tahun ini.
Alim Markus
Sebelumnya, Alim Investindo sempat menggugat Bank Maspion (BMAS), namun akhirnya penggugat dan tergugat menandatangani perjanjian perdanamaian pada 17 Juli 2025. Perdamaian tersebut juga telah disahkan keputusan hakim pengadilan pada 1 Agustus.
Terkait kinerja keuangan hingga semester I-2025, MASP mencatatkan peningkatan pendapatan bunga dari Rp 727,83 miliar menjadi Rp 772,75 miliar. Sebaliknya beban bunga naik dari Rp 379,39 miliar menjadi Rp 430,44 miliar. Alhasil pendapatan bunga bersih turun dari Rp 348,43 miliar menjadi Rp 342,30 miliar.
Baca Juga
Saham Bank Digital kembali Bergeliat Dipimpin BBHI dan BBYB, Ternyata Labanya Begini
Penurunan tersebut memicu laba periode berjalan MASB terkoreksi dari Rp 50,37 miliar menjadi Rp 25,03 miliar. Penurunan juga dipicu atas peningkatan beban operasional dan kenaikan biaya provisi bank.
Saat ini, Bank Maspion dikendalikan Kasikorn Vision Financial Company Pte Ltd dengan kepemilikan 80,6% saham dan sisanya dikuasai Alim Investindo dan investor publik.

