Akuisisi hingga Ganti Pengurus, Begini Target Lini Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) segera diakuisisi oleh Rich Step Internasional Ltd (RICH) dengan pengambilalihan 62% saham KRYA. Demi menciptakan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan, perseroan kemudian akan melakukan penyertaan modal ke perusahaan motor listrik (electric vehicle/EV).
Perusahaan tersebut adalah PT Green City Traffic (GCT) yang memiliki merek dagang ECGO. Nantinya KRYA akan memiliki 51% saham GCT.
Pemegang saham pengendali GCT, yakni William Teng selaku Ultimate Beneficiary Owner (UBO) pun menjadi calon direktur utama Bangun Karya Perkasa Jaya. Hal ini akan ditentukan dalam RUPSLB perseroan pada 26 Agustus 2025.
Saat ditemui wartawan, William memaparkan strategi bisnis dan rencana pengembangan perusahaan ke depan.
Baca Juga
Ekspansi Bisnis Kendaraan Listrik, Bangun Karya (KRYA) Akuisisi 51% Saham Motor Listrik ECGO
“ECGO telah membangun fondasi di pasar motor listrik Indonesia selama tujuh tahun terakhir, dengan ekosistem terintegrasi yang mencakup desain dan produksi kendaraan, riset dan penyewaan baterai, jaringan stasiun penukaran baterai, hingga platform manajemen digital,” papar William di kantor di bilangan Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.
Dalam lima tahun ke depan, ECGO menargetkan penjualan kumulatif minimal 1 juta unit motor listrik di Indonesia. Dalam sesi demo langsung, awak media menyaksikan platform manajemen kendaraan dan pengendalian risiko daring milik ECGO. Platform ini memungkinkan dealer di seluruh Indonesia melakukan penilaian kredit dan risiko pengemudi secara daring maupun luring, lalu menyewakan kendaraan kepada pengemudi yang lolos seleksi.
Baca Juga
Uji Tuntas Rampung, Green Power (LABA) Bersama Mitranya Ungkap Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)
Dengan biaya sewa harian mulai dari Rp 39.000 untuk motor ECGO bersama dua baterai, pengemudi ojek online (ojol) dapat mengisi daya di rumah atau menukar baterai di stasiun penukaran (swap) baterai ECGO. “Sehingga menekan biaya operasional,” imbuh William.
Manajemen mengungkapkan, pengemudi ojol yang menggunakan motor ECGO rata-rata memperoleh pendapatan tambahan sekitar Rp 1,2 juta per bulan dibandingkan pengguna motor bensin.

