Uji Tuntas Rampung, Green Power (LABA) Bersama Mitranya Ungkap Bisnis Baru Bangun Karya (KRYA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Rich Step Internasional Ltd telah merampungkan uji tuntas rencana akuisisi 62% saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA). Rich akan melanjutkan ke tahap pembelian sebanyak 1,03 miliar atau 62% saham KRYA dan dilanjutkan dengan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD/Rights Issue).
Dalam transaksi ini, RICH menggandeng mitra strategis, yakni Green City SG Pte., Ltd. (GCSG), Yang Jie, dan PT Green Power Group Tbk (LABA) untuk membeli 1.031.645.000 lembar saham KRYA. Pasca akuisisi, perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Agustus 2025 guna merampungkan proses transaksi tersebut.
Baca Juga
Jelang Jadi Pengendali, Rich Step mulai Beli 7,99% Saham Bangun Karya (KRYA)
Usai diakuisisi, manajemen KRYA dalam pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (28/7/2025) menyebutkan bahwa Rich berencana mengkonsolidasikan usaha dengan menyuntikkan modal sebesar 51% ke dalam perusahaan kendaraan listrik (EV). Langkah ini menyasar peluang besar di sektor kendaraan listrik, khususnya roda dua.
RICH menargetkan penggantian sekitar 900.000 unit motor ojek online (OJOL) menjadi motor listrik dalam lima tahun ke depan. Hal ini sejalan dengan tren transisi energi dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. “Setiap motor bensin menghasilkan emisi CO2 sekitar 350 kg per bulan. Dengan menggantinya, potensi pengurangan emisi mencapai 3,78 juta ton CO2 per tahun dan penghematan subsidi BBM hingga Rp 5,91 triliun,” jelas manajemen dalam keterangannya.
Baca Juga
BEI Suspensi Kembali Saham Green Power (LABA), Kenaikan Capai 146%
Tak hanya fokus pada motor listrik roda dua, KRYA menargetkan ekspansi ke kendaraan roda tiga dan empat. Dengan demikian, RICH akan menjadi pemain penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Peluang bisnis lainnya yang terbuka bagi Rich, yaitu penjualan unit kendaraan listrik, layanan battery swap, serta pemanfaatan skema carbon credit yang potensial.
Untuk mendukung ekspansi bisnis ini, Perseroan tengah mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD/Rights Issue) maupun alternatif pendanaan lainnya.
Langkah strategis ini menegaskan komitmen Rich dalam mendukung program Net Zero Emission pemerintah dan mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.

