Archi Indonesia (ARCI) Makin Berkilau di Tengah Lompatan Harga Emas dan Produksi, Bagaimana Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga emas global yang menembus level di atas US$ 3.600 per ounce menjadi katalis kuat bagi kinerja keuangan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Perseroan juga diproyeksikan mencatatkan kenaikan volume produksi pada kuartal III-2025, seiring dukungan kualitas bijih emas yang lebih tinggi.
Hal ini mendorong UOB Kay Hian Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARCI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 1.280. Dengan target harga ini terbuka peluang penguatan harga lebih dari 43% dari harga penutupan saham ARCI kemarin di bursa Rp 890. Target ini merefleksikan perkiraan EV/EBITDA sebanyak 10x dan rencana IPO saham Pani Gold.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas Benyamin Mikael dalam riset yang dierbitkan di Jakarta, Senin (8/9/2025), menyebutkan bahwa harga emas global telah menembus level di atas US$ 3.500 per ounce didukung ketidakpastian ekonomi dan tren penurunan suku bunga.
Baca Juga
Archi (ARCI) Optimistis Lompatan Laba 10 Kali Lipat di 2025, Tahun Depan Diprediksi makin Tangguh
“Kenaikan ini memberi dorongan signifikan bagi bisnis utama ARCI sebagai produsen emas. Setelah produksi melonjak 52,3% secara kuartalan pada kuartal II-2025, produksi ARCI diperkirakan kembali meningkat pada kuartal III-2025 berkat kualitas bijih yang lebih baik,” tulisnya dalam riset tersebut.
UOB Kay Hian memproyeksikan harga emas bergerak di US$ 3.400 pada kuartal III-2025, US$ 3.500 di kuartal IV-2025, US$ 3.600 di kuartal I-2026, dan US$ 3.700 di kuartal II-2026. Dengan tren kenaikan harga tersebut, terbuka peluang berlanjutnya tren pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.
Ekspektasi kenaikan harga saham emiten yang dikendalikan Rajawali Corpora ini juga didukung peningkatan minat investor terhadap ARCI dalam beberapa bulan terakhir. Rata-rata volume perdagangan saham ARCI dalam tiga bulan terakhir telah naik 51,3%.
Dari sisi kepemilikan, investor institusi domestik, khususnya perusahaan asuransi dan reksa dana, menambah porsi menjadi masing-masing 0,43% dan 0,2%, dari sebelumnya 0,23% dan 0%. Sebaliknya, institusi asing menurunkan kepemilikan menjadi 0,62% dari 1,32% yang dinilai sebagai aksi ambil untung pasca IPO saham ARCI pada 2022.
Baca Juga
Makin Berkilau, Harga Emas Tembus Rekor Baru di Atas US$3.600
Selain itu, potensi IPO saham Pani Gold bisa menjadi katalis tambahan bagi emiten sektor emas. Entitas anak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tersebut mengelola salah satu aset emas prospektif di Sulawesi dengan estimasi sumber daya 7 juta ons atau lebih tinggi dari cadangan ARCI sekitar 5 juta ons.
Pertumbuhan Laba
Archi Indonesia (ARCI) diperkirakan mencatat pertumbuhan laba bersih luar biasa dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 103,3% pada periode 2024–2028. Proyeksi ini didorong oleh kombinasi peningkatan volume penjualan emas dan asumsi kenaikan harga emas global.
Dalam laporan riset UOB Kay Hian menyebutkan, ARCI diproyeksikan mampu untuk meningkatkan volume penjualan emas dengan CAGR 10,2% hingga mencapai 143.300 oz pada 2028. Sementara itu, harga emas dunia diperkirakan tumbuh dengan CAGR konservatif 12,3% menuju level US$3.885/oz pada 2028. Keduanya menjadi faktor pendorong leverage operasional yang kuat bagi kinerja perseroan.
Baca Juga
Prabowo Tekankan Peran Strategis BRICS dalam Stabilitas Global
Secara tahunan, pertumbuhan laba bersih ARCI diproyeksikan mencapai 766,3% pada 2025, disusul kenaikan 17,8% pada 2026, 28,2% pada 2027, dan 30,5% pada 2028. Dengan proyeksi ini, emiten emas tersebut diyakini akan semakin memperkuat posisinya di sektor pertambangan emas nasional.
Sebelumnya, Archi Indonesia (ARCI) mengungkap peluang peningkatan laba bersih hingga 10 kali lipat tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 senilai US$ 10,45 juta. Pertumbuhan didukung kenaikan volume produksi bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual emas.
Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra mengatakan, peningkatan laba bersih dengan estimasi meningkat hingga 10 kali lipat atau di atas US$ 100 juta sampai penghujung 2025. Kenaikan laba tersebut ditopang ekspektasi volume produksi sebanyak 70 ribu troy ounce emas pada paruh kedua 2025 atau diprediksi meningkat 40% dari realisasi produksi semester I-2025 sekitar 49.200 troy ounce.
Baca Juga
Gelar IPO Saham, Merdeka Gold (EMAS) Bidik Dana hingga Rp 4,88 Triliun
Lompatan laba pada paruh kedua tahun ini juga didukung proyeksi kenaikan rata-rata harga jual emas menjadi sekitar berkisar US$ 3.500-3.600 per ounce pada semeseter II. Berdasarkan data, harga emas sejak memasuki kuartal III-2025 bertengger di atas US$ 3.300 per ounce, bahkan dalam dua hari terakhir capai rekor sepanjang masa di atas US$ 3.500 per ounce.
“Peningkatan volume produksi bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual emas akan membuat laba bersih perseroan bisa naik hingga 10 kali lipat tahun ini. Laba bersih semester II-2025 diprediksi bisa lebih dari US$ 50 juta dengan asumsi harga emas stabil hingga cenderung naik sampai akhir tahun,” ujarnya. Dengan peningkatan pesat laba yang berdampak terhadap lompatan arus kas, Rudy mengatakan, Archi (ARCI) membuka peluang untuk membagikan dividen.

