Makin Berkilau, Harga Emas Tembus Rekor Baru di Atas US$3.600
Poin Penting
- Harga emas tembus rekor $3.646/ons, reli 37% sepanjang 2025.
- Ekspektasi 88% Fed memangkas bunga 25 bps pada September.
- Bank sentral Tiongkok lanjut akumulasi emas bulan ke-10.
- Yield Treasury AS jatuh ke level terendah 5 bulan.
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas menembus rekor baru di atas $3.600 per ons pada perdagangan Senin (8/9/2025), ditopang data tenaga kerja AS yang melemah serta ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed. Kenaikan ini kian menegaskan emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah gejolak pasar.
Baca Juga
Harga emas spot naik 1,3% menjadi $3.634,25 per ons. Logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi di $3.646,29.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,7% di $3.677,40.
Menurut Peter Grant, wakil presiden sekaligus kepala strategi logam di Zaner Metals, emas berpotensi melanjutkan momentum menuju $3.700–$3.730 dalam jangka pendek, dengan koreksi singkat kemungkinan dilihat sebagai peluang beli.
“Pelemahan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hingga awal 2026 dapat memberikan dukungan berkelanjutan bagi emas,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Laporan ketenagakerjaan Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat tajam pada Agustus. Pedagang kini memperkirakan peluang 88% untuk pemangkasan suku bunga seperempat poin pada pertemuan Fed September, dengan peluang sekitar 12% untuk pemangkasan lebih besar sebesar 50 bps, menurut CME FedWatch.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Harga emas naik 37% sejauh tahun ini, setelah mencatat kenaikan 27% pada 2024, didorong oleh pelemahan dolar, akumulasi kuat dari bank sentral, kebijakan moneter yang dovish, serta ketidakpastian global yang meningkat.
Bank sentral Tiongkok memperpanjang aksi beli emasnya hingga bulan ke-10 berturut-turut pada Agustus, menurut data resmi pada Minggu.
Investor kini menunggu data harga produsen AS pada Rabu dan data harga konsumen pada Kamis untuk petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan Fed.
“Jika kelemahan data AS berlanjut, momentum bullish emas kemungkinan juga akan berlanjut, seiring dolar AS dan imbal hasil obligasi terus melemah,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Sebaliknya, tambah Razaqzada, jika data AS menunjukkan ketahanan mengejutkan dalam beberapa pekan mendatang, emas mungkin terkoreksi dari level tinggi saat ini.
Sementara itu, harga perak spot naik 0,8% menjadi $41,29 per ons, menyentuh level tertinggi sejak September 2011 pada sesi sebelumnya. Platinum naik 0,6% menjadi $1.381,49, sedangkan paladium menguat 2,1% menjadi $1.132,87.

