Archi (ARCI) Ditargetkan Produksi 150 Koz Emas Tahun Depan, Sahamnya Dipertahankan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) setelah mempertimbangkan lompatan kinerja keuangan hingga kuartal III-2025. Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi produksi emas mencapai 150 ribu oz tahun depan.
Analis Mandiri Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani, Ariyanto Kurniawan, dan Vanessa Taslim dalam riset terbarunya merekomendasikan beli saham ARCI dengan target harga Rp 1.800 per saham. Dengan harga penutupan Rp 1.195 masih terbuka peluang cuan melimpah dari saham emiten yang dikendalikan Peter Sondakh ini.
Baca Juga
ARCI Berbalik Laba Jumbo US$ 71,09 Juta hingga Kuartal III-2025
Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa dengan lompatan kinerja kuat ARCI hingga kuartal III-2025, kinerja positif hingga akhir tahun terbuka lebar. Apalagi manajemen ARCI menyampaikan bahwa produksi emas perusahaan tetap sesuai rencana dan diperkirakan tumbuh sekitar 25% tahun ini.
“Pertumbuhan produksi tersebut ditopang oleh strategi peningkatan kualitas bahan baku dan efisiensi tambang yang terus berjalan. Perusahaan juga memberi sinyal kuat terkait panduan produksi tahun 2026, meski angka resmi baru akan disampaikan kemudian,” tulisnya.
Manajemen ARCI mengungkapkan bahwa target produksi tahun 2026 berada pada kisaran minimal 150 ribu ons emas (150 koz). Target ini akan disokong oleh peningkatan kadar campuran bijih (blending grades) serta dimulainya operasional tambang baru di pit Kopra, yang disebut akan menjadi salah satu kontributor produksi utama ke depan.
Baca Juga
Prospek Cerah Industri Sawit Domestik, Konsumsi dan Produksi Terus Meningkat
Hingga kuartal III-2025, ARCI membukukan laba bersih sebesar US$ 71,09 juta, berbalik dari posisi rugi US$ 3,90 juta pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan ARCI 52,6% menjadi US$ 328,70 juta, dibanding US$ 215,31 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan tersebut diikuti oleh peningkatan efisiensi operasional yang signifikan, mendorong laba bruto tumbuh hampir empat kali lipat menjadi US$ 142,80 juta, dari US$ 35,43 juta pada September 2024.
Setelah dikurangi beban penjualan, administrasi, dan operasional lainnya, ARCI membukukan laba usaha sebesar US$ 138,34 juta, jauh melesat dibanding US$ 26,50 juta pada tahun lalu. Adapun, laba sebelum pajak penghasilan tercatat US$ 113,53 juta, dibandingkan dengan rugi sebelum pajak sebesar US$ 1,27 juta pada periode sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak US$42,44 juta, Perseroan berhasil mengantongi laba bersih periode berjalan sebesar US$ 71,09 juta.
Lonjakan kinerja ini mencerminkan pemulihan kuat operasional dan peningkatan efisiensi biaya di tengah harga emas global yang relatif melesat sepanjang 2025. Dengan hasil tersebut, Archi Indonesia (ARCI) menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu produsen emas terbesar di Indonesia yang mampu menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar global.

