Saat Emas Cetak Rekor Tertinggi Baru, Dua Sekuritas Ini Revisi Naik Target Saham Archi (ARCI) Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) direvisi naik oleh sejumlah perusahaan sekuritas, seiring dengan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia hingga berada di atas level US$ 4.200 per ounce pekan ini. Target harga tersebut juga mempertimbangkan revisi naik proyeksi kinerja keuangan emiten ini.
Mandiri Sekuritas dalam riset pagi ini merevisi naik target harga saham ARCI dari semula Rp 1.400 menjadi Rp 1.800 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target harga ini mempertimbangkan revisi naik laba bersih tahun 2026-2027.
Baca Juga
Emas Tembus US$ 4.200 karena Dolar Loyo dan Dunia Gonjang-ganjing, Siap ke US$ 5.000?
Begitu juga dengan UOB Kay Hian Sekuritas, dalam riset yang diterbitkan Selasa (14/10/2025), merevisi naik target harga saham ARCI dari semula Rp 1.280 menjadi Rp 2.050. Revisi ini sejakan dengan dinaikkannya proyeksi pendapatan dan laba bersih emiten yang dikendalikan Rajawali Corpora ini.
Tim riset Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa potensi penguatan saham ARCI masih terbuka, seiring dengan tren kenaikan harga emas global, peningkatan profil produksi, serta adanya daya ungkit kuat perusahaan di tengah lompatan harga emas dunia.
Dirut ARCI Rudy Suhendra
“Dengan asumsi rata-rata harga emas lebih tinggi dari perkiraan awal, Mandiri Sekuritas merevisi naik target laba bersih ARCI tahun 2026 dan 2027 masing-masing sebesar +8,7% dan +24,4%,” tulis tim riset tersebut.
Revisi naik target harga saham ARCI juga datang dari tim riset UOB Kay Hian Sekuritas. Sekuritas ini menyebutkan bahwa tren kenaikan harga emas global memperkuat prospek saham dan kinerja keuangan ARCI. Prospek kuat didukung asumsi rata-rata harga emas direvisi naik menjadi US$ 3.400/oz pada 2025 dan US$ 3.800/oz pada 2026, dibandingkan proyeksi sebelumnya US$ 3.200 dan US$ 3.400.
Baca Juga
Archi (ARCI) Optimistis Lompatan Laba 10 Kali Lipat di 2025, Tahun Depan Diprediksi makin Tangguh
Revisi naik target harga saham ARCI juga didukung perkiraan volume produksi lebih tinggi, dibandingkan estimasi awal. Tambang Araren diprediksi menjadi penopang utama kenaikan, sehingg output emas perseroan diperkirakan mencapai 120.000 oz di 2025 dan 131.000 oz di 2026. “Dengan asumsi baru tersebut, laba bersih ARCI diproyeksikan naik menjadi US$ 105 juta pada 2025 dan US$ 146 juta pada 2026,” tulis tim riset UOB.
Peluang berlanjutnya kenaikan harga saham emiten yang dikendalikan Peter Sondakh ini didukung peluang saham ARCI masuk dalam ETF VanEck Gold Miners setelah divestasi 6,1% saham ARCI oleh Basis Utama Prima yang membuat free float naik menjadi 15%. “Peningkatan ini membuat ARCI berpotensi memenuhi syarat indeks ETF global,” tulisnya.
Secara teknikal, UOB menyebutkan, harga saham ARCI masih berada dalam tren bullish dengan volume perdagangan meningkat. Diproyeksikan penguatan menuju level Fibonacci extension Rp 1.600 saham ARCI dalam waktu dekat. Dengan prospek pertumbuhan produksi, kenaikan harga emas, dan potensi ekspansi cadangan, ARCI dinilai menarik untuk jangka menengah-panjang dengan target harga Rp 2.050.

