Archi (ARCI) Optimistis Lompatan Laba 10 Kali Lipat di 2025, Tahun Depan Diprediksi makin Tangguh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI), perusahaan tambang emas yang dikendalikan Rajawali Corpora milik Peter Sondakh, berpeluang membukukan peningkatan laba bersih hingga 10 kali lipat tahun 2025, dibandingkan tahun 2024 senilai US$ 10,45 juta. Peningkatan didukung kenaikan volume produksi bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual emas.
Sedangkan laba periode berjalan ARCI hingga semester I-2025 telah mencapai US$ 35,27 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan rugi periode berjalan US$ 3,96 juta. Pendapatan juga meningkat dari US$ 142,85 juta menjadi US$ 192,55 juta.
Direktur Utama ARCI Rudy Suhendra mengatakan, peningkatan laba bersih dengan estimasi meningkat hingga 10 kali lipat atau di atas US$ 100 juta sampai penghujung 2025. Kenaikan laba tersebut ditopang ekspektasi volume produksi sebanyak 70 ribu ounce emas pada paruh kedua 2025 atau diprediksi meningkat 40% dari realisasi produksi semester I-2025 sekitar 49.200 ounce.
Baca Juga
Volatilitas Politik Meningkat, Saham Emiten Emas Ini Layak Dilirik
Selain peningkatan volume produksi, dia mengatakan, ekspektasi lompatan laba pada paruh kedua tahun ini didukung proyeksi peningkatan pesat rata-rata harga jual emas menjadi sekitar berkisar US$ 3.500-3.600 per ounce pada semeseter II, dibandingkan semester I-2025. Berdasarkan data, harga emas sejak memasuki kuartal III-2025 bertengger di atas US$ 3.300 per ounce, bahkan dalam dua hari terakhir capai rekor sepanjang masa di atas US$ 3.500 per ounce.
Rudy Suhendra
“Peningkatan volume produksi bersamaan dengan kenaikan rata-rata harga jual emas akan membuat laba bersih perseroan bisa naik sebanyak 8-10 kali lipat dari tahun ini, dibandingkan tahun 2024. Laba bersih semester II-2025 diprediksi bisa lebih dari US$ 50 juta dengan asumsi harga emas stabil hingga cenderung naik sampai akhir tahun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Dengan proyeksi pertumbuhan laba berlanjut yang berdampak terhadap peningkatan arus kas, Rudy mengatakan, Archi (ARCI) membuka peluang untuk membagikan dividen tahun buku 2026. “Namun kepastiannya menunggu keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS) apakah keuntungan akan dibagikan sebagai dividen atau dicadangkan untuk membiayai ekspansi lebih lanjut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Operasi Pit Baru
Memasuki tahun 2026, Rudy mengatakan, ARCI optimistis terhadap peningkatan volume produksi lebih pesat lagi dengan target pengoperasian tambang bawah tanah (underground) Pit Kopra, Pit Maruwuwung, dan Pit Araren 8. Hingga kini, produksi emas perseroan disumbangkan Pit Araren 7 dan Pit Toka Tindung. Seluruh pit tersebut berada di koridor timur dengan cadangan emas 5,8 juta ounce.
“Dengan eksplorasi Pit Kopra, Pit Maruwuwung, dan Pit Araren 8-9, terbuka peluang peningkatan cadangan emas bertambah di koridor timur berubah. Hingga kini, kami masih melakukan penilaian terkait cadangan,” jelasnya.
Baca Juga
Perseroan melalui anak usahanya, PT Tambang Tondano Nunsajaya (TTN), sebelumnya telah menandantangani kontrak kerja sama dengan PT Macmahon Indonesia untuk pengembangan tambang bawa tanah Kopra dengan jangka waktu 34 bulan. Nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp 350 miliar.
Manajemen ARCI mengungkapkan bahwa Macmahon akan menyediakan jasa pengembangan tambang, peledakan, pemuatan dan penimbunan material, penyangga batuan, instalasi dan pemeliharaan jasa tambang terowongan, dan sebagainya dalam jangka waktu 34 bulan. Kontrak ini tersebut akan berdampak positif meningkatkan kinerja operasional dan keuangan ARCI ke depan.
Hingga kini, Rudy menambahkan, ARCI baru melakukan eksplorasi sekitar 15% dari total wilayah konsesi yang dimiliki perseroan. Artinya masih ada 85% wilayah dengan potensi kandungan emas yang belum dieksplorasi. Perseroan akan terus melakukan kegiatan eksplorasi guna meningkatkan cadangan ke depan.
Lonjakan Saham
Terkait pergerakan harga saham, ARCI telah mencatatkan lompatan harga sebanyak 262% dari level penutupan akhir 2024 senilai Rp 248 menjadi Rp 900 hingga penutupan perdagangan kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) ARCI melesat dari Rp 6,15 triliun menjadi Rp 22,35 triliun.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin PSAB Layak Dilirik Hari Ini
Kenaikan harga saham ARCI jauh mengungguli sektornya, seperti saham PSAB dengan kenaikan year to date (yd) sebanyak 156,30% menjadi Rp 610, ANTM sebanyak 137,54% menjadi Rp 3.480, MDKA sebanyak 80,85% menjadi Rp 2.550, BRMS mencapai 21,50% menjadi Rp 520. Sebaliknya saham AMMN justru turun sebanyak 5,03% menjadi Rp 8.025.
Sedangkan harga emas kembali mencattkan terakhir mencatatkan rekor pada Rabu (3/9/2025) ke level US$ 3.570.66 per ounce setelah mencapai rekor tertinggi $3.565,57. Kontrak berjangka emas AS naik 1,15% menjadi $3.634,50 terdorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dan memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Ketidakpastian global yang berlarut-larut terus menjaga permintaan aset safe-haven tetap tinggi.
Reli emas diprediksi berlanjut dengan target jangka pendek hingga menengah di sekitar $ 3.600 hingga $3.800, dan pola breakout menunjukkan $ 4.000 bisa tercapai pada akhir kuartal pertama tahun depan

