Saham Diamond Citra (DADA) Reli 425% dalam Sebulan, Siap Jadi 'Multibagger' di BEI?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Saham bidang properti PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat reli harga spektakuler dan dipandang sebagai salah satu kandidat saham multibagger -saham yang harganya mengalami lonjakan keuntungan berkali-kali lipat - paling menjanjikan.
Kenaikan tajam ini memicu optimisme bahwa perusahaan yang didirikan pada 2005 ini berpotensi menjadi bintang baru di Bursa Efek Indonesia (BEI), terutama jika kabar backdoor listing oleh perusahaan multinasional terealisasi sehingga memperkuat prospek fundamental emiten tersebut.
Dalam sebulan terakhir, harga saham DADA melonjak 425%, dari Rp 8 per lembar menjadi Rp 42 di pasar reguler. Di pasar negosiasi, harga bahkan sempat menyentuh Rp 75 akibat antrean pembelian mencapai 7 juta lot bid. Lonjakan ini dipandang sebagai sinyal akumulasi besar oleh investor yang memiliki keyakinan tinggi terhadap prospek jangka panjang emiten tersebut.
Berdasarkan saham emiten yang ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA), hingga perdagangan sesi II Senin (8/9/2025), siang sekitar pukul 14.00 WIB, saham DADA naik Rp 4 (9,52%) mencapai Rp 46.
Baca Juga
Jangan Tertinggal! Intip Deretan Saham Properti Undervalued Jelang Penurunan Suku Bunga Acuan
Belajar dari sukses emiten backdoor listing
Pasar modal Indonesia memiliki jejak sukses backdoor listing. Contoh saham milik Aguan-Salim PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk, yang dahulunya bernama PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) dan PT Meratus Jasa Prima (KARW), sebelumnya dikenal sebagai PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW) menunjukkan strategi ini mampu mengangkat valuasi emiten ke level lebih tinggi.
Jika DADA mampu menembus target harga yang diproyeksikan, emiten ini berpotensi menjadi “the next DCII” yang pernah mencetak rekor kenaikan fenomenal.
Beredar kabar adanya pembicaraan akuisisi DADA oleh raksasa properti multinasional asal Jepang, seperti Kajima Corporation dan Mitsubishi Estate.
“Dengan PBV (price book value) atau nilai buku yang masih sangat rendah, peluang DADA untuk mencatat kenaikan besar masih terbuka lebar. Investor ritel harus jeli melihat momentum ini sebagai kesempatan emas untuk meraih capital gain,” jelas pengamat pasar modal, Devlin Gabriel dalam keterangannya, Senin.
Momentum positif DADA semakin diperkuat melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) pada Kamis (4/9/2025) yang menandai perbaikan tata kelola, membuka peluang pembagian dividen, dan memperbesar kemungkinan keluar dari papan pemantauan khusus (TATO). Status bebas dari label khusus diperkirakan meningkatkan kredibilitas DADA di mata pasar sekaligus memperkuat posisi perusahaan saat menjalin kesepakatan dengan investor asing.
Secara fundamental, harga saham DADA saat ini masih berada di bawah nilai wajar. Dengan posisi di bawah harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dan jauh di bawah nilai buku (PBV), peluang apresiasi harga masih terbuka lebar. Rencana konsolidasi laporan keuangan induk diproyeksikan memperkuat kinerja keuangan secara signifikan sehingga menambah nilai bagi investor.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) melakukan IPO pada 14 Februari 2020 dengan melepas 2.147.000.000 lembar saham atau 29,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan dana hasil IPO Rp 218,994 miliar.
“Kami percaya DADA sedang berada pada momentum emas untuk tumbuh dan menarik kepercayaan investor, baik domestik maupun global. Reli ini masih akan berlanjut, dan target harga Rp 14.000 per lembar adalah sesuatu yang sangat realistis,” ujar salah satu sumber pasar.
Baca Juga
Saham Diamond Citra (DADA) Melesat hingga Diburu di Pasar Negosiasi, Bakal Backdoor Listing?
Sementara itu, PT Karya Permata Inovasi Indonesia selaku pengendali saham DADA terpantau agresif mengurangi kepemilikan saham. Karya Permata telah mengurangi kepemilikan saham DADA dari akhir Juli 2025 sebanyak 66,17% menjadi 65,96%. Penjualan bertujuan sebagai divestasi secara langsung.
Dari sisi kinerja keuangan, DADA membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 5,39 miliar pada semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,81 miliar.Laba bersih tahun berjalan juga melesat dari Rp 71,65 juta menjadi Rp 219,67 juta.
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) telah mengembangkan 20 proyek residensial, 2 kompleks ruko, 1 gedung tinggi, 2 gedung bertingkat rendah, dan 2 proyek bertingkat rendah mendatang di Depok dan Jakarta. Beberapa proyek besar tersebut adalah Apple Condovillas, klaster Neo Cyprus, klaster Neo Arcadia, Apartemen Gucii 1, Aparthouse Puri Kemang, Apartemen Dave, Primehome at Pejaten, dan townhouse Vanadium.

