Tom Lembong Sebut Bitcoin Sebagai “The Real Crypto”
JAKARTA, investortrust.id - Mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) kembali menegaskan pandangannya soal aset kripto, khususnya Bitcoin. Ia menyebut Bitcoin sebagai ‘the real crypto’ karena punya karakteristik unik yang berbeda dengan aset digital lainnya.
“Menurut saya Bitcoin itu unik, satu-satunya istilah saya mungkin ‘the real crypto’. Tidak dikelola oleh siapapun, itu sebuah algoritma yang otomatis, jadi tidak ada yang bisa cetak Bitcoin, tidak ada yang bisa tiba-tiba membanjiri pasar dengan suplai atau pasokan Bitcoin yang baru,” ujarnya, dalam sebuah podcast, belum lama ini.
Tom mengingat kembali saat pertama kali menyampaikan dukungannya terhadap kripto pada 2017, ketika Bank Indonesia (BI) sempat melarang penggunaan Bitcoin dan aset digital lainnya di masyarakat.
Baca Juga
Didukung Keluarga Donald Trump, American Bitcoin Siap Melantai di Bursa Nasdaq
“Dari tahun 2017, waktu Bitcoin pertama kali menarik perhatian publik di Indonesia, dan BI sempat melarang atau mengimbau jangan ke Bitcoin atau ke kripto. Sementara saya menyampaikan kepada media kalau saya sangat mendukung dan saya percaya pada Bitcoin, pada kripto,” katanya.
Keyakinan Tom terhadap kripto, khususnya Bitcoin, tak lepas dari pandangan bahwa perkembangan aset digital ini akan terus berkembang dan semakin banyak digunakan oleh masyarakat.
“Saya bilang waktu itu dalam wawancara saya dengan Bloomberg, saya percaya bahwa kripto itu adalah masa depan dan tidak bisa dihindari. Era kripto itu akan ada dan kita harus siap. Di tahun 2017 waktu Bitcoin kalau tidak salah di kisaran US$ 12.000 - US$ 17.000, sekarang satu Bitcoin seharga US$ 120.000,” ucapnya.
Baca Juga
Meski begitu, Tom mengingatkan perlunya sikap hati-hati dalam berinvestasi di aset kripto. Ia bahkan mengakui hingga saat ini belum sempat masuk ke instrumen tersebut, namun berencana akan segera melakukan diversifikasi.
“Sekarang saya belum sempat menggarap investasi di kripto, tapi salah satu hal yang mendesak buat saya untuk segera mendiversifikasi sebagian portofolio saya ke kripto,” katanya.

