Volatilitas Politik Meningkat, Saham Emiten Emas Ini Layak Dilirik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam dua hari terakhir lebih dari 2% akibat demonstrasi nasional bisa dimanfaatkan pemodal untuk mulai melirik sejumlah saham berfundamental kuat. Di antaranya, saham-saham emiten emas.
Indo Premier Sekuritas (IPOT) menyebutkan bahwa emas bisa menjadi pilihan pemodal di tengah badai. Pemodal asing juga terpantau melanjutkan aksi pembelain bersih saham-saham emiten emas. Aksi ini seiring dengan ekspektasi emiten emas akan meraup keuntungan di tengah ketidakpastian politik.
Baca Juga
IHSG Ditutup Akhirnya Anjlok 1,21%, Sebaliknya 6 Saham ARA Dipimpin TMPO
Ekspektasi kuatnya fundamental emas juga didukung indikator global ada aliran dana global melambat. Equity Analyst IPOT David Kurniawan mengatakan, investor ternyata berhati-hati terkait independensi Federal Reserve AS, apalagi setelah Presiden Trump berupaya memecat seorang gubernur Fed. “Alhasil, inflow ke dana ekuitas global menjadi turun,” imbuhnya di Jakarta, hari ini.
Selain itu, harga emas spot melonjak hingga sekitar US$ 3.448,5 per troy ounce, mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ketidakpastian politik, seperti upaya penggantian Gubernur Fed oleh Trump pun mendorong investor mencari perlindungan lewat emas.
Sementara itu dari domestik, ada sentimen kepercayaan konsumen yang mengalami peningkatan tipis, dimana indeks keyakinan konsumen per Juli naik ke 118,1 dari 117,8 pada Juni. Sub-indeks ekspektasi menunjukkan perbaikan, didorong harapan peningkatan pendapatan dan peluang kerja.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Bisa Tembus US$ 3.600, Ditopang Ekspektasi Penurunan The Fed
Sejumlah sentimen tersebut mendorong IPOT merekomendasikan strategi investasi yang berfokus pada saham-saham pilihan berfundamental kuat, termasuk dua saham dengan profil bisnis berproduk emas. IPOT merekomendasikan beli saham ANTM dengan target harga Rp 3.250.
IPOT juga merekomendasi beli saham HRTA dengan target harga Rp 760 atau berpotensi naik sekitar 10,14%. “HRTA sebagai toko butik emas akan sangat diuntungkan dengan komoditas emas yang terus naik. HRTA juga dikabarkan akan bekerja sama dengan BRIS untuk membentuk BSI gold. Dengan kerja sama ini tentu akan memperluas pangsa pasar HRTA,” papar David.
Grafik Saham ANTM dan HRTA

