Mirae Sekuritas: Harga Emas Bisa ke US$ 3.500, Saham 4 Emiten Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Mirae Asset) memperkirakan harga emas dunia bisa menyentuh level US$ 3.500 per troy ounce dalam waktu dekat ini. Optimisme ini didukung ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi yang meningkat di tingkat global.
Proyeksi hampir sama dengan prediksi yang diterbitkan UBS Bank. Precious Metals Strategist UBS Investment Bank Joni Teves sebelumnya mengatakan UBS Bank memilih untuk merevisi naik prospek harga emas menjadi US$ 3.500 tahun 2025 dan 2026. Revisi ini mempertimbangkan pasar global, seperti keputusan China yang memungkinkan industri asuransi untuk mengalokasikan investasi pada emas.
Baca Juga
Tetap Bullish, UBS Investment Bank Prediksi Harga Emas Tahun Ini US$ 3.500 per Ons
"Jadi kalau mengenai harga emas sendiri kita melihatnya at least untuk satu hingga tiga bulan ke depan, itu mungkin masih ada ruang untuk menaikkan bisa ke level US$ 3.500 per troy ounce," kata Research Analyst Mirae Asset Farras Farhan dalam Media Day Juni 2025 di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Berdasarkan data dari Trading Economics, Kamis (12/6/2025) pukul 15.49 WIB, harga emas spot tercatat turun tipis 0,24% ke posisi US$ 3.357,55 per troy ounce. Namun sejak awal tahun (year to date/ytd) harga emas telah menguat 27,94%, dan secara tahunan melonjak hingga 45,84%.
Farras menambahkan bahwa potensi kenaikan harga tersebut masih dapat terjadi seiring dengan prediksi rerata harga emas tahunan yang diprediksi dapat mencapai US$ 3.100 per troy ounce. Sedangkan sejak awal tahun rerata harga emas masih di bawah US$ 3.000 per troy ounce. Dengan demikian, harga emas diprediksi menguat tahun ini.
Baca Juga
Investor perlu Waspada, Penguatan IHSG Saat Ini Dipicu Sentimen Pasar, Bukan Fundamental
“Bulan depan patut diingat juga ada momentum 90 hari masa suspensi tarif dagang Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan perdagangan dan politiknya, Selain itu, permintaan emas juga diprediksi akan naik menjelang perayaan Diwali di India pada Oktober yang biasanya turut mendongkrak harga emas global," tutur dia.
Namun demikian, Mirae Asset juga mengingatkan bahwa penguatan harga emas bisa bersifat sementara. Farras menjelaskan bahwa harga emas diprediksi akan melemah pada akhir tahun ini terkait dengan tambahan suplai produksi dari Australia dan penurunan permintaan emas dunia.
Melihat peluang tersebut, sejumlah emiten tambang emas pun dinilai menarik untuk dicermati oleh investor. Beberapa saham yang direkomendasikan di antaranya, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

