Tambah Kapal, Saham Emiten yang Teraffiliasi dengan Happy Hapsoro (CBRE) Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Gerak saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) layak dipantau, seiring dengan target manajemen untuk mendongkrak peningkatan pendapatan hingga tiga kali lipat tahun ini. Target ini optimistis tercapai setelah diterimanya kapal Bulk Carrier Mother Vessel senilai US$ 12,8 juta.
CBRE adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan moda laut dalam negeri & luar negeri dengan area operasi armada kapal di perairan Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali & Nusa Tenggara. Saat ini Perusahaan memiliki armada berupa kapal tunda (Tugboats) dan kapal tongkang (Barge), dan sejak awal tahun telah menerima mother vessel.
Selain faktor pembelian kapal tersebut, saham CBRE yang masuk ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) Bursa Efek Indonesia (BEI) ini layak dilirik setelah saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melesat. Sebagaimana diketahui SINI dan CBRE merupakan emiten yang teraffiliasi dengan Happy Hapsoro yang merupakan suami Puan Maharani, ketua DPR. Sepanjang year to date (ytd), saham SINI telah melesat lebih dari 159%.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jasa Penambangan Seumur Hidup, Nilainya Jumbo!
“Saham SINI yang teraffiliasi dengan Happy Hapsoro telah melesat lebih dari 159% sepanjang tahun 2024. Terbuka peluang giliran saham CBRE yang bakal diangkat, karena sama-sama teraffiliasi. Selain itu, peluang penguatan didukung prospek pertumbuhan kinerja keungan ke depan, sehingga saham CBRE ditargetkan menuju level Rp 40,” ungkap seorang investor di Jakarta, hari ini.
Secara kinerja keuangan, CBRE berhasil membukukan lompatan pendapatan dari Rp 23,73 miliar menjadi Rp 31,97 miliar pada semester I-2024. Meski demikian perseroan berbalik jadi rugi tahun berjalan.
Baca Juga
Emiten Kapal Milik Happy Hapsoro (CBRE) Kantongi Kontrak Baru Rp 455 Miliar
Hal ini dipicu atas kenaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan. Peningkatan beban ini menjadikan perseroan catatkan rugi tahun berjalan Rp 3,81 miliar pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba tahun berjalan Rp 6,85 miliar.
Sedangkan dari sisi aset, CBRE berhasil catatkan kenaikan dari Rp 352,96 miliar menjadi Rp 355,94 miliar. Liabilitas juga naik dari Rp 184,28 miliar menjadi Rp 191,07 miliar dan ekutas mencapai Rp 164,86 miliar sampai akhir Juni 2024.
Grafik Saham CBRE

