Harga Emas Dunia Bisa Tembus US$ 3.600, Ditopang Ekspektasi Penurunan The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia diperkirakan masih akan melanjutkan tren penguatan hingga akhir 2025. Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai logam mulia berpotensi menembus level US$ 3.600 per troy ounce pada paruh kedua 2025.
“Dalam semester kedua 2025, saya optimis harga emas dunia bisa mencapai US$ 3.600 per troy ounce dan logam mulia di Rp 2,15 juta per gram,” ujar Ibrahim kepada media, Minggu, (31/8/2025).
Menurut Ibrahim, pergerakan harga emas ditopang kombinasi analisa fundamental, teknikal, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar global. Saat ini, sejumlah faktor eksternal dinilai akan menjadi penentu arah harga emas dalam beberapa bulan mendatang.
“Sentimen terbesar datang dari kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS). Meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September 2025 memberi dukungan kuat terhadap harga emas,” jelasnya.
Ketua The Fed Jerome Powell dalam simposium Jackson Hole menegaskan bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang melemah mungkin memerlukan penurunan suku bunga. Pasar kini memperkirakan probabilitas 82% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) bulan depan, dengan total pelonggaran hingga 50 bps diantisipasi hingga akhir tahun, menurut CME FedWatch Tool.
Baca Juga
Naik Lagi, Harga Emas Antam Makin Dekat ke Rp 2 Juta Per Gram
“Jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga, maka tekanan terhadap dolar AS akan berkurang dan emas akan semakin diminati sebagai aset lindung nilai,” ujar Ibrahim.
Selain kebijakan moneter, faktor geopolitik global juga turut mengerek harga emas. Ketegangan di Ukraina kembali meningkat setelah Rusia melancarkan gelombang serangan baru ke Kyiv, sementara konflik di Timur Tengah kembali memanas seiring serangan Israel ke Jalur Gaza.
Di sisi lain, hubungan dagang global semakin tertekan. “Pemerintah AS resmi memberlakukan tambahan tarif 25% terhadap impor India sebagai respons atas pembelian minyak mentah Rusia. Langkah ini berpotensi memicu eskalasi baru dalam perdagangan internasional,” tuturnya.
Dalam perdagangan Jumat, (29/8/2025) harga emas ditutup menguat di level US$ 3.447,98 per troy ounce. Untuk perdagangan pekan depan, harga emas diproyeksikan bergerak di kisaran support US$ 3.419-3.437 per troy ounce dan resistance US$ 3.460-3490 per troy ounce.

