Recapital Bidik AUM Rp 4 Triliun 2025, Andalkan Strategi Reksa Dana Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Recapital Asset Management menargetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) mencapai Rp 4 triliun pada 2025. Optimisme ini didukung strategi peluncuran produk investasi baru.
“Per Juli total AUM Recapital hampir Rp 250 miliar. Jadi, kami targetkan tahun ini dapat mengelola AUM sekitar Rp 4 triliun,” kata Direktur Utama Recapital Asset Management Alvin Pattisahusiwa di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, (25/8/2025).
Baca Juga
Tren Bergeser, Mengapa Investor Tinggalkan Reksa Dana Saham?
Alvin menjelaskan, target tersebut ditopang rencana peluncuran reksa dana terproteksi. Produk ini diyakini memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan AUM karena menyasar investor institusional, terutama lembaga keuangan.
Menurut Alvin, reksa dana terproteksi berbeda dengan dua produk sebelumnya yang lebih menyasar investor ritel maupun institusi. Instrumen ini bersifat close end dengan segmen lebih spesifik yaitu nasabah institusional.
Saat ini, Recapital sudah bekerja sama dengan sepuluh mitra distribusi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Melalui jalur tersebut, produk perseroan dapat diakses investor ritel dengan modal awal terjangkau, mulai Rp 10 ribu.
“Ini menjadi kesempatan bagi investor maupun calon investor untuk masuk ke dua produk terbaru yang kami luncurkan,” tambah Alvin.
Baca Juga
Reksa Dana Pendapatan Tetap Kian Menarik Saat IHSG Naik Meski Asing Kabur
Sebagaimana diketahui, Recapital baru saja memperkenalkan dua reksa dana baru, yaitu Recapital Money Market Liquid dan Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang di Gedung BEI, Senin (25/8/2025).
Recapital Money Market Liquid merupakan reksa dana pasar uang yang menawarkan likuiditas tinggi dengan risiko relatif rendah. Produk ini menyasar investor yang memerlukan fleksibilitas dalam mengelola dana jangka pendek.
Sedangkan Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang berfokus pada instrumen obligasi berkualitas, menawarkan potensi imbal hasil stabil untuk jangka menengah hingga panjang.

