Dongkrak Fee Based Income, Bank Woori Saudara (SDRA) Genjot Bisnis Treasury & Valas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bank KBMI II asal Korea Selatan, PT Bank Woori Saudara (BWS) Tbk (SDRA), terus memperkuat layanan treasury sebagai strategi utama tahun 2025. Pada paruh pertama tahun ini, segmen ini berhasil catatkan pertumbuhan signifikan dan diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun.
Selain fokus pada pensiunan, pegawai, komersial, dan pendanaan, treasury menjadi salah satu pilar bisnis BWS. Segmen ini mencakup pengelolaan dana bank termasuk transaksi valuta asing (valas), pasar uang, serta investasi dalam bentuk penempatan maupun surat berharga.
Baca Juga
Saat Ekonomi RI Bertumbuh 5,12%, BWS Fokuskan Kredit Segmen Industri Prospektif Ini
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian non-audit Juni 2025, BWS mencatat keuntungan transaksi valas sebesar Rp 32,1 miliar, tumbuh 58,9% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2024.
Pendapatan valas tersebut menyumbang 28,7% dari total pendapatan operasional lainnya per Juni 2025. Angka itu naik tajam dibandingkan kontribusi Juni 2024 yang masih di level 12,1%.
Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyebut bisnis treasury menjadi sumber diversifikasi penting bagi bank di tengah kondisi pasar saat ini. “Bank bisa optimalkan fund atau excess liquidity untuk transaksi fixed income baik guna memperoleh bunga menarik, menjaga NIM, atau meraih gain dari transaksi,” jelas Azis.
Baca Juga
Segmen treasury dan valas juga berperan besar dalam meningkatkan pendapatan non-bunga atau fee based income. Dengan membaca peluang fluktuasi pasar keuangan secara cermat dan mengelola risiko, bank bisa meraih cuan dari bisnis ini.
Kenaikan signifikan laba valas BWS membuktikan strategi yang dijalankan berhasil dieksekusi dengan baik sehingga menghasilkan kinerja positif.
Sebagai catatan, BWS yang memiliki total aset Rp 58,3 triliun menetapkan fokus intensifikasi pendapatan berbasis biaya melalui transaksi ekspor-impor dan aktivitas treasury.
Baca Juga
Peluang Saham Bank Usai BI Rate Dipangkas, Simak Rekomendasi BBCA, BMRI, BBNI, dan BBTN Ini
“Sebagai bank yang berorientasi ekspor-impor, transaksi valas menjadi vital baik untuk bank maupun nasabah dengan berbagai kebutuhan. Treasury dan valas menjadi core business yang penting untuk terus diperkuat,” tambah Azis.
Ia juga menilai prospek treasury pada sisa 2025 tetap positif, ditopang kondisi kebijakan moneter serta faktor makroekonomi global maupun domestik.
Azis menekankan adanya volatilitas pasar, namun dengan strategi tepat, treasury berpotensi menjadi sumber pendapatan menarik bagi bank.

