Bank Mandiri (BMRI) Catat “Fee Based Income” dari Layanan Digital Rp 5,48 Triliun di Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income secara bank only (hanya entitas bank induk) dari layanan digital sekitar Rp 5,48 triliun pada kuartal III-2025.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M Ashidiq Iswara mengungkapkan, jumlah tersebut tumbuh 13,3% dibandingkan kuartal III-2024 yang mencapai Rp 4,84 triliun. Pertumbuhan ini merupakan buah dari sinergi antara inovasi digital dan strategi penguatan ekosistem finansial yang berorientasi pada kemudahan dan keberlanjutan layanan nasabah.
“Ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Mandiri. Melalui Livin’, Kopra, dan Livin’ Merchant, kami tak hanya menghadirkan kemudahan transaksi, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pelaku usaha, dan mengakselerasi inklusivitas perekonomian nasional,” ujar Ashidiq dalam keterangan pers, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga
Ashidiq menjelaskan, Livin’ by Mandiri telah dipakai oleh sedikitnya 34,5 juta pengguna, meningkat 26,5% secara tahunan (year on year/yoy) dengan frekuensi mencapai 4,54 miliar kali transaksi atau naik 27,9% (yoy) per September 2025.
“Di posisi yang sama, nilai transaksi Livin’ by Mandiri mencapai Rp 4.257 triliun, tumbuh 10,4% (yoy). Kehadiran Livin’ juga mempercepat akuisisi nasabah baru, di mana lebih dari 91% pembukaan rekening kini dilakukan secara digital lewat aplikasi ini,” kata dia.
Setali tiga uang, menurut Ashidiq Iswara, layanan digital yang menyasar pelaku usaha, yaitu Livin’ Merchant, juga telah digunakan oleh 3 juta merchant, tumbuh 35% (yoy).
“Dengan sistem pembayaran dan pencatatan transaksi yang terintegrasi, kami ingin memastikan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) tumbuh secara produktif dan berkelanjutan,” ucap Ashidiq.
Dia menambahkan, pada segmen korporasi dan pebisnis, Kopra by Mandiri juga mencatatkan hal yang sama. Hingga September 2025, nilai transaksinya mencapai Rp 25,98 triliun, naik 21,5% (yoy), dengan volume transaksi 1,45 miliar atau tumbuh 18,7% (yoy).
Baca Juga
Bank Mandiri Siap Salurkan Rp 3,22 Triliun BLTS Kesra ke 3,58 Juta Penerima
“Melalui pemanfaatan ekonomi digital, saldo giro korporasi bank only meningkat menjadi Rp 564,5 triliun, mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap inovasi digital Bank Mandiri,” ujar Ashidiq.
Transformasi digital, kata dia, turut mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank only mencapai 12,3% (yoy) hingga kuartal III-2025. Dari jumlah tersebut, komposisi dana murah atau current account and saving account (CASA) mendominasi dengan porsi 73,1%.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pendukung, melainkan menjadi inti dari strategi pertumbuhan Bank Mandiri,” tegas Ashidiq.

