Perbankan Hadapi Tantangan Likuiditas, Bank Woori Saudara (SDRA) Cairkan Pendanaan US$ 500 Juta dari Induk di Korea
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sektor perbankan Indonesia tengah menghadapi tantangan likuiditas di tengah ketatnya persaingan menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK). Namun demikian, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) berhasil menangkap peluang dengan melakukan diversifikasi sumber pendanaan dan mengamankan tambahan likuiditas jumbo dari induk usaha asal Korea Selatan, Woori Bank Korea (WBK).
Menanggapi kondisi pengetatan likuiditas, Bank Indonesia (BI) merespons dengan pelonggaran sejumlah kebijakan makroprudensial. Di antaranya penerapan rasio Pendanaan Luar Negeri (RPLN) dinaikkan dari 30% menjadi 35%, penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) diturunkan untuk Bank Umum Konvensional (BUK) dari 5% menjadi 4%, dengan fleksibilitas repo 4%.
Baca Juga
Dorong Likuiditas Pasar Saham, Implementasi Liquidity Provider Dipercepat
Sedangkan PLM Bank Umum Syariah (BUS) dari 3,5% menjadi 2,5%, dengan fleksibilitas repo 2,5%.Langkah ini diambil seiring pertumbuhan DPK yang mulai termoderasi dan semakin intensifnya kompetisi antarbank mencari dana murah.
Satu bulan setelah kebijakan BI diterbitkan pada Mei 2025, Bank Woori Saudara (BWS) mendapat persetujuan dari BI untuk menerima sumber pendanaan non-DPK dari WBK dan entitas afiliasinya hingga US$ 500 juta. Langkah ini tentu memperkuat posisi likuiditas BWS, memungkinkan bank menjaga Cost of Fund (CoF) tetap efisien dan mempertahankan net interest margin (NIM) agar tetap kompetitif.
Berdasarkan Laporan Keuangan Mei 2025 (Bank Only), perseroan membukukan rasio Loan to Deposit (LDR) BWS tercatat sebesar 153%, yang mencerminkan tingginya penyaluran kredit terhadap DPK. Namun, BWS juga memiliki sumber pendanaan tambahan berupa pinjaman sebesar Rp10,1 triliun, memperkuat struktur likuiditas bank.
Baca Juga
BWS juga mencatat Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 30,5%, jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional yang berkisar 20–25%. Total aset BWS per Mei 2025 mencapai Rp57,8 triliun, menempatkan bank ini di Kelompok Bank KBMI II.
Kekuatan likuiditas dan dukungan dari induk usaha menjadikan Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat tertinggi AAA (idn) bagi Bank Woori Saudara (SDRA). Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan daya tahan bank di tengah tantangan sektor keuangan saat ini.

