GOTO Pangkas Rugi Bersih 74,41% di Semester I, Pendapatan hingga EBITDA Rekor Tertinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatat penurunan drastic rugi bersih periode berjalan semester I-2025 sebanyak 74,41% menjadi sebesar Rp 741,96 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,90 triliun. Sedangkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun dari Rp 2,69 triliun menjadi Rp 580,01 miliar.
Mengutip laporan keuangan konsolidasian interim yang dirilis Rabu (13/8/2025), GOTO juga mencatat pendapatan bersih semester I-2025 sebesar Rp 8,56 triliun atau naik 10,62% dibanding Rp 7,74 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan kinerja ini turut didukung penurunan total biaya dan beban sebesar 7,76% menjadi Rp 8,73 triliun.
Baca Juga
Adapun beban pokok pendapatan tercatat Rp 3,63 triliun atau turun 2,01% secara tahunan. Beban umum dan administrasi berkurang signifikan 21,98% menjadi Rp1,93 triliun, beban penjualan dan pemasaran menyusut 7,14% menjadi Rp 1,34 triliun, beban pengembangan produk turun 18,21% menjadi Rp 1,01 triliun, dan beban operasional serta pendukung merosot 29,68% menjadi Rp 462,17 miliar. Beban penyusutan dan amortisasi pun turun 26,88% menjadi Rp 355,82 miliar.
Dengan efisiensi tersebut, rugi usaha pada paruh pertama 2025 turun drastis 90,06% menjadi Rp 171,60 miliar dari Rp 1,73 triliun pada periode yang sama 2024. Rugi sebelum pajak juga menyusut 65,11% menjadi Rp 499,48 miliar, meski beban pajak penghasilan meningkat 63,94% menjadi Rp 242,48 miliar.
Manajemen GOTO menyebutkan, selain perbaikan kinerja secara semesteran, GOTO juga mencatat rekor baru pada kuartal II-2025. Nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) inti mencapai Rp 89,8 triliun, melonjak 43%. Pendapatan bersih kuartalan naik 23% secara tahunan menjadi Rp 4,3 triliun.
Baca Juga
IHSG Optimistis Tembus 8.000 Pekan Ini Ditandai Sejumlah Sentimen Ini
EBITDA yang disesuaikan pada kuartal II tercatat positif Rp 427 miliar, berbalik dari posisi rugi pada periode yang sama 2024. Grup juga membukukan EBITDA positif untuk tiga kuartal berturut-turut, dengan capaian Rp 292 miliar, dibandingkan rugi pada periode yang sama tahun lalu.
Pada segmen Financial Technology mencetak rekor tertinggi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 88 miliar, naik Rp 256 miliar secara tahunan didorong oleh peningkatan keterlibatan pengguna dan kemitraan. Sementara itu, On-Demand Services membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 328 miliar atau melesat 264% didorong integrasi ekosistem dan pengembangan layanan premium.
Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan, pencapaian ini menunjukkan kekuatan ekosistem dan strategi teknologi perseroan. “Kami tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman kinerja kami sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan bisnis teknologi yang berkelanjutan, berfokus pada pelanggan yang mendukung kehidupan jutaan mitra pengemudi dan mitra usaha di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, (23/8/2025)
Baca Juga
GOTO Sebut Tidak Ada Dampak Material dari Isu Kasus Chromebook, Bisnis Berjalan Normal
Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menambahkan, pada kuartal kedua perseroan juga mencatat arus kas dari aktivitas operasi yang disesuaikan positif sebesar Rp 313 miliar, didukung pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya.
“Seiring dengan skala yang kami kembangkan, perseroan mengoptimalkan daya ungkit operasional dan menerapkan disiplin keuangan yang ketat untuk menjaga profitabilitas, untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” pungkasnya.

