Pengelolaan Investasi di Gojek Tokopedia (GOTO) Lebih Efisien dari Industri Sejenis, Begini Perhitungannya
JAKARTA, investortrust.id – Pengelolaan investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) disebut-sebut lebih efisien dari rata-rata industri sejenis, yakni sektor ekonomi digital. Efisien dimaksud, meliputi dampak pengelolaan investasi terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut ditemukan dari hasil riset Prasasti Center for Policy Studies, berjudul Mengoptimalkan Peran Ekonomi Digital dalam Mewujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan 8% di Indonesia.
Baca Juga
Net Buy Saham GOTO Capai Rp 171,87 Miliar dalam Sebulan, Vanguard & JP Morgan Agresif Borong
Semula, Prasasti menemukan bahwa rasio output modal inkremental atau nilai (incremental capital output ratio/ICOR) ekonomi digital berada di angka 4,3. Sementara itu, rata-rata efisiensi investasi bagi 17 sektor ekonomi nasional menunjukkan ICOR 10,6.
“Artinya, setiap rupiah investasi di ekonomi digital mampu untuk menghasilkan dua kali lipat output, dibanding sektor konvensional,” jelas Research Director Prasasti Gundy Cahyadi di Artotel Gelora Senayan, Selasa (12/8/2025).
Dia menginformasikan, semakin rendah angka ICOR menunjukkan semakin efisien suatu sektor dalam mengelola investasi yang masuk menjadi output riil di perekonomian.
“Investasi di infrastruktur digital, pengembangan talenta data, dan cloud service bukan sekadar transformasi sektor, tetapi merupakan strategi industrialisasi nasional yang sangat menentukan daya saing dan masa depan perekonomian Indonesia dua dekade ke depan,” ujar Gundy.
Baca Juga
BRI Danareksa Revisi Naik Target IHSG ke 7.960, Lima Saham Dipimpin BBCA Pilihan di Semester II-2025
Laporan riset Prasasti memetakan 17 sektor terdigitalisasi menggunakan metodologi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Asian Development Bank (ADB). Prasasti pun menyoroti ekosistem digital terbesar di Indonesia, GoTo sebagai studi kasus untuk mengukur dampak nyata digitalisasi terhadap perekonomian.
Temuan riset Lembaga ini juga menunjukkan, ekosistem GoTo berhasil menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp 480,7 triliun pada 2024, menyerap lebih dari 2,03 juta tenaga kerja, serta membantu menurunkan angka kemiskinan hingga 0,45 poin persentase secara nasional.
Baca Juga
AI Jangan Hanya Jadi Jargon, tetapi Harus Bisa Manfaatkan Cegah Penipuan Digital Rp 476 M
“ICOR ekosistem digital GoTo tercatat sebesar 2,3, atau sekitar 87% lebih efisien dibanding rata-rata ICOR ekonomi digital yang mencapai 4,3,” jelas Gundy.
Dia menambahkan, kontribusi perusahaan teknologi lokal seperti GoTo berdampak sosial nyata. Contohnya melalui penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan dan perluasan inklusi keuangan bagi UMKM dan pekerja informal.
“Hasil riset memperlihatkan bahwa transformasi struktur ekonomi nasional semakin bertumpu pada digitalisasi,” pungkasnya.

