IHSG Sesi I Melesat 1,28% Dekati Level ATH, Enam Saham Dipimpin SLIS ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (13/8/2025), ditutup melesat sebanyak 99,59 poin (1,28%) menjadi 7.891, bahkan indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday 7.903. Penguatan tersebut didukung nilai transaksi Rp 10,82 triliun.
Penguatan indeks ditopang kenaikan saham DCII lebih dari 10% dan saham MLPT hampir 20%. Kenaikan juga didukung penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 5,61%, sektor properti 2,21%, sektor konsumer primer naik 1,24%, sektor energi naik 1,033%, sektor kesehatan 1,28%, dan sektor industri naik 0,81%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, sektor keuangan, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Saham Bank Digital kembali Bergeliat Dipimpin BBHI dan BBYB, Ternyata Labanya Begini
Sejalan dengan penguatan ini, beberapa saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) naik 34,33% menjadi Rp 90, PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) naik 33,93% menjadi Rp 75, dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) naik 32% menjadi Rp 65.
ARA juga melanda saham PT Pakuan Tbk (UANG) naik 25% menjadi Rp 340, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 25% menjadi Rp 85, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebanyak 19,99% menjadi Rp 74.275. Meski tak ARA, saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) masih mleesat 30% menjadi Rp 65.
Sebaliknya penurunan terbesar melanda saham BEEF turun 5,92% menjadi Rp 286, ASSA turun 3,13% menjadi Rp 930, BBYB melemah 2,84% menjadi Rp 342, NRCA melemah 2,76% menjadi Rp 705, ARTA melemah 2,70% menjadi Rp 3.610, dan AADI melemah 2,47% menjadi Rp 6.900.
Baca Juga
Melesat dalam Sepakan, Simak Target Harga Saham dan Proyeksi Kinerja Telkom (TLKM) Berikut
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 185,78 poin (2,44%) menjadi 7.791.70 dengan pembelian bersih (net buy) saham oleh investor asing Rp 2,20 triliun. Net buy terbanyak melanda saham bank papan atas, yaitu BBRI Rp 718,25 miliar, BBCA Rp 576,12 miliar, dan BMRI Rp 511,51 miliar.
Penyumbang utama kenaikan tersebut berasal dari penguatan big cap, khususnya saham bank BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penguatan juga didukung kenaikan sejumlah saham emiten konglomerasi Sinarmas, seperti DSSA, INKP, dan TKIM dan saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BREN, TPIA, CUAN, dan CDIA.
Di tengah lompatan tersebut, sejumlah saham cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu TNCA melesat 34,78% menjadi Rp 186, DKHH naik 34,62% menjadi Rp 105, PPRE naik 34,18% menjadi Rp 106, dan GRPH naik 34% menjadi Rp 67. ARA juga melanda saham IMPC 25% menjadi Rp 825, INRU naik 24,81% menjadi Rp 830, dan UANG naik 24,77% menjadi Rp 272.

