IHSG Sesi I Menguat 0,43%, Enam Saham Cetak ARA Dipimpin COIN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (11/7/2025), ditutup menguat sebanyak 30,23 poin (0,43%) menjadi 7.035,60. Pergerakan dalam rentang 7.005-7.055 dengan nilai transaksi Rp 5,90 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 0,97%, sektor material dasar 0,98%, sektor industry 0,73%, sektor energi 0,47%, sektor property 0,38%, dan sektor konsumer non primer 0,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer dan kesehatan.
Baca Juga
Saham Indokripto Koin Semesta (COIN) ARA Tiga Hari Berturut-Turut sejak Listing
Sejalan dengan kenaikan IHSG tersebut, enam saham berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu empat saham pendatang baru PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) naik 34,07% menjadi Rp 244, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebanyak 25% menjadi Rp 400, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) naik 25% menjadi Rp 390, dan PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PCAR) naik 24,79% menjadi Rp 2.190.
Dua saham ARA lainnya adalah PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 25% menjadi Rp 260 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik 24,73% menjadi Rp 1.160. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham MFIN melemah 14,71% menjadi Rp 1.420, PMUI turun 14,38% menjadi Rp 131, UDNG turun 9,74% menjadi Rp 880, CLAY melemah 9,69% menjadi Rp 885, dan KAEF turun 7,41% menjadi Rp 625.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 61,45 poin (0,88%) menjadi 7.005 dengan investor asing masih melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 394,18 miliar, terbanyak BBCA Rp 174,38 miliar, BMRI Rp 120,01 miliar, dan CUAN Rp 65,01 miliar.
Baca Juga
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan harga saham big bank, seperti BBRI menguat 5,16% menjadi Rp 3.870, BMRI naik 2,34% menjadi Rp 4.820, BBNI naik 2,75% menjadi Rp 4.110, BBCA naik 1,18% menjadi Rp 8.600. Kenaikan indeks juga didorong saham BREN dengan penguatan 2,09% menjadi Rp 6.100.
Sektor utama penopang kenaikan indeks datang dari penguatan saham sektor keuangann 1,86%, sektor energi sebanyak 1,64%, saham infrastruktur 1,84%, saham sektor material dasar naik 0,45%, sektor property 0,31%, sektor industry 0,27%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer 0,76% dan sektor kesehatan 0,02%. Di tengah kenaikan IHSG ini, sebanyak delapan saham cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu CHEK, MERI, COIN, IOTF, BLOG, CDIA, PSAT, dan AIMS.

